Euforia Libur Lebaran, Kontrol Konsumsi Makanan Berlemak, Jangan Berlebih!

Siti Lestari
Mengonsumsi makanan berlemak secara berlebih berisiko meningkatkan kadar kolesterol dalam darah sehingga berbahaya bagi kesehatan. (Foto: Quarta.id/Eros Amil Maj)
Mengonsumsi makanan berlemak secara berlebih berisiko meningkatkan kadar kolesterol dalam darah sehingga berbahaya bagi kesehatan. (Foto: Quarta.id/Eros Amil Maj)

SURABAYA, Quarta.id– Aneka jenis makanan akan terhidang pada saat umat Islam merayakan hari raya Idulitri. Saat bersilaturahmi ke rumah saudara dan kerabat, seringkali disajikan makanan yang bersantan dan berlemak.

Bahkan, tidak jarang makanan berlemak ini dikonsumsi berhari-hari selama masa libur Lebaran.

Makanan berlemak seperti opor ayam, rendang, soto, dan hidangan berlemak lainnya perlu diwaspadai karena berbahaya bagi kesehatan tubuh jika disantap secara berlebihan.

BACA JUGA: Makanan dan Minuman Ini Ternyata Dapat Memicu Rasa Kantuk, Hindari Saat Sedang Nyetir!

Sangat dianjurkan untuk mengonsumsi kombinasi sayur dan buah yang kaya serat dan memperbanyak air putih untuk mengimbangi asupan makanan yang bersantan dan berlemak. 

Dosen Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) Lailatul Muniroh, mengatakan bahwa sesekali boleh mengonsumsi makanan berlemak, tapi harus paham batasannya.

Kelebihan kandungan lemak dalam tubuh akan menyebabkan kadar kolesterol meningkat. “Meski boleh konsumsi lemak tapi harus paham batasan, sehingga tidak berlebih,” ujarnya dikutip dari laman unair.ac.id, Jumat (12/4/2024).

BACA JUGA: Hindari Makanan Ini agar Tidak Cepat Haus saat Berpuasa

Batas konsumsi lemak dalam sehari sekitar 25-30% kalori. Misalnya, dalam sehari tubuh butuh rata-rata 2.000 kkal, berarti kebutuhan lemaknya 500 kkal, atau setara 55,5 gram lemak.

“Kalau konsumsi tidak lebih dari 55,5 gram masih aman tapi perlu memperhatikan jenis lemaknya, pilih lemak yang tidak jenuh,” terangnya.

Lailatul mengungkapkan beberapa alternatif yang bisa dilakukan. Alternatif tersebut seperti memilih dada ayam tanpa kulit untuk menu opor ayam, atau daging sapi tanpa lemak untuk menu rendang.

“Selain itu jangan lupa kombinasi sayur dan buah yang kaya serat, serta perbanyak minum air putih. Jadi tidak hanya makan yang bersantan dan berlemak saja,” ungkapnya. 

BACA JUGA: Mudah Diperoleh, Makanan Berikut Dapat Menurunkan Kadar Kolesterol dalam Darah

Lebih lanjut, makanan yang mengandung kolesterol tetap bermanfaat bagi tubuh. Tapi dengan catatan kolesterol tersebut merupakan kolesterol baik. Kolesterol ini terkandung dalam alpukat, telur, hingga jenis minyak tertentu. 

“Lemak telur itu masih aman, terutama kuning telur. Meskipun kuning telur mengandung kolesterol tinggi tapi tidak harus dihindari, hanya perlu ada batasan. Kalau bahan minyak alternatifnya seperti olive oil atau minyak jagung lebih sehat,” jelasnya.

Terlebih bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit kolesterol tinggi, perlu lebih hati-hati dan tidak lupa untuk mengecek kadar kolesterol dalam darah.

BACA JUGA: Harga Beras Melambung, Ahli Gizi Unair Sarankan Konsumsi Karbohidrat Alternatif

Lailatul berpesan kepada masyarakat untuk tetap mengkonsumsi makanan dengan prinsip gizi seimbang. Jadi dalam sekali porsi makan harus tetap ada makanan pokok, lauk, sayur dan buahnya. Selain itu penting juga untuk menerapkan pola hidup sehat.

“Konsumsi makanan gizi seimbang sesuai kebutuhan kita. Jangan lupa untuk menerapkan pola hidup sehat seperti tidak merokok, dan istirahat yang cukup. Aktivitas fisik enggak lupa untuk tetap terlaksana, tidak boleh mager,” pungkasnya.

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *