Hindari Makanan Ini agar Tidak Cepat Haus saat Berpuasa

Siti Lestari
Ilustrasi makanan dengan kandungan sodium tinggi. (Foto: oladoc.com)
Ilustrasi makanan dengan kandungan sodium tinggi. (Foto: oladoc.com)

JAKARTA, Quarta.id– Ramadan sudah memasuki paruh ketiga akhir. Masih ada sekitar kurang lebih 10 hari umat Islam menjalankan ibadah puasa.

Sangat penting untuk tetap menjaga tubuh tetap bugar dan fit selama menjalankan puasa. Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang adalah kunci tubuh tetap sehat.

Selain itu, pastikan meminum air putih yang cukup. Dua liter air harus dipastikan masuk ke tubuh sepanjang malam hari hingga sahur.

BACA JUGA: Hindari Berbuka Puasa dengan Merokok, Ini Peringatan Ahli Paru

“Untuk memastikan hidrasi yang optimal selama Ramadan, kita dapat bagi waktu konsumsi air dua gelas sebanyak empat kali. Yaitu, saat berbuka, setelah makan malam, sebelum tidur, dan saat sahur,” ujar Dosen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga, Azizah Ajeng Pratiwi dikutip dari laman unair.ac.id, Kamis (30/3/2024).

Selain itu, saat malam hari dan saat sahur dianjurkan untuk menghindari makanan tinggi lemak dan garam. Pasalnya, kata Azizah, makanan dengan sodium tinggi dapat mempercepat proses dehidrasi sehingga tubuh merasa haus.

“Mengurangi asupan makanan yang tinggi natrium sangat disarankan, karena makanan tersebut dapat mempercepat proses dehidrasi. Tentu, hal ini membuat kita lebih cepat merasa haus,” tuturnya.

Mengutip artikel pada laman doktersehat.com, jenis makanan yang mengandung natrium tinggi antara lain, keju, kecap dan sambal berbahan dasar kedelai, acar, daging olahan, sereal instan, bumbu instan, puding instan, dan buah dalam kemasan.

BACA JUGA: Bisa Picu Gangguan Pencernaan, Ini Jenis Buah yang Sebaiknya Dihindari Saat Berpuasa

Tubuh selama puasa juga perlu dinutrisi dengan makanan sehat. Dia menyarankan setiap orang membuat pembagian proporsional piring makan menjadi empat bagian sama, yakni terdiri dari sayuran, buah-buahan, karbohidrat, dan protein.

Dalam memilih minuman untuk berbuka puasa, Azizah menyarankan untuk memprioritaskan air mineral atau teh hangat yang tidak terlalu manis. Menurutnya, langkah ini efektif untuk stabilisasi kadar gula darah secara bertahap.

BACA JUGA: Deretan Kota di Dunia dengan Durasi Puasa Terlama, Ada yang hingga 17 Jam

Setelah berbuka, ia menyarankan untuk memberi jeda setengah jam hingga satu jam sebelum makan makanan utama.

“Kita bisa memulai dengan sholat maghrib. kemudian tadarus, sebelum akhirnya makan besar. Ini membantu tubuh menyesuaikan diri setelah berpuasa seharian,” ungkapnya.

Azizah menyarankan, untuk memilih makanan yang tepat saat sahur agar energi tetap terjaga. “Mengonsumsi karbohidrat kompleks, termasuk beras merah, pada saat sahur adalah pilihan cerdas. Ini membantu  memperlambat proses pencernaan dan menjaga kenyang lebih lama,” ungkapnya.

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *