Home SPORT

City Cetak Sejarah Juara Empat Kali Beruntun atau Arsenal Akhiri Penantian 20 Tahun?

Bakti M. Munir
Pelatih Manchester City Pep Guardiola dan pelatih Arsenal Mikel Arteta. (Foto: X/@ManCity, @Arsenal)
Pelatih Manchester City Pep Guardiola dan pelatih Arsenal Mikel Arteta. (Foto: X/@ManCity, @Arsenal)

LONDON, Quarta.id– Hanya beberapa jam lagi sejarah akan tercatat di Premier League. Manchester City dan Arsenal adalah dua tim yang sedang bersaing memperebutkan trofi Liga Premier musim 2023-2024.

Menariknya, penentuan juara musim ini ditentukan pada laga terakhir yang digelar pada Minggu (19/5/2024) malam pukul 22.00 WIB.

City yang sedang memimpin klasemen dengan 88 poin akan bertanding di markas Etihad Stadium menjamu West Ham  yang berada di posisi 9.  Adapun Arsenal akan menghadapi tamunya Everton di Emirates Stadium.

Jika City menang, maka mereka akan jadi juara sekaligus mencatat sejarah besar sebagai tim pertama yang mampu menjuarai Premier League empat kali berturut-turut.

BACA JUGA: Pep Ingatkan Syarat City Raih Trofi Liga Primer: Jangan Kehilangan Satu Poin Pun!  

Namun, Arsenal yang tertinggal dua poin dari City, akan menjadi juara untuk pertama kalinya sejak 2004 jika mereka mengalahkan Everton di Emirates Stadium dan City gagal menang atas West Ham.

Jika anak asuh Pep Guardiola bermain imbang dan Arsenal menang, kedua tim akan memiliki poin yang sama, yakni 89, namun The Gunners akan juara dengan selisih gol tipis (+61) atas City (+60).

Guardiola menghadapi pertandingan genting di pekan ke-38 ini. Meski catatan The Citizens di musim ini sangat impresif dengan hanya menelan tiga kekalahan dalam 37 laga Premier League, namun tensi pertandingan terakhir ini akan sangat berbeda. Ada beban harus menang yang ditanggung Erling Halaand cs. Tidak ada kamus seri apalagi kalah.

BACA JUGA: Hawa Panas Derby London Utara, Spurs Berambisi Jegal Arsenal Raih Trofi Liga Primer

“Nasib ada di tangan kami, tetapi jika Anda berpikir mereka akan terdegradasi, Anda salah. Jika Anda berpikir Everton akan melakukan sesuatu, lupakan saja. Saya telah melihat Arsenal sepanjang musim,” ujarnya dikutip dari BBC, Minggu (19/5/2024).

“Kami hanya fokus pada apa yang harus kami lakukan saat melawan West Ham. Tidak ada kontaminasi apa pun di otak saya tentang apa pun selain apa yang harus kami lakukan untuk mengalahkan West Ham,” lanjutnya.

BACA JUGA: Liverpool Terus Meredup, Perburuan Gelar Juara Liga Inggris Sisakan City-Arsenal

Pelatih Arsenal Mikel Arteta mengatakan semua hal masih bisa terjadi pada pekan terakhir liga.

“Keajaiban telah terjadi karena inilah yang diinginkan dan dijalani oleh setiap pendukung sepak bola hingga pertandingan terakhir,” ujarnya.

“Menit terakhir Premier League di level ini, liga terindah di dunia sejauh ini di mana Anda memiliki dua tim. Inilah yang Anda inginkan, inilah mengapa ini menjadi liga paling kompetitif di dunia,” lanjutnya.

“Ketidakpastian itu seperti obat. Anda masih berada di sana, Anda masih harus mendapatkannya dan itu tidak pasti. Ada banyak faktor yang dapat mengubah keadaan dengan sangat cepat, namun ketika Anda berhasil melakukannya, itu sangat fenomenal,” ujarnya.

BACA JUGA: Ketangguhan Mental Real Madrid Pupus Mimpi Man City Raih Treble Beruntun

Selain laga penentuan juara, ada tempat di Liga Eropa dan Liga Konferensi Eropa yang juga harus ditentukan di pekan terakhir ini. Jatah ke Liga Eropa diperebutkan Tottenham Hotspur dan Chelsea.

Selain itu, di pekan terakhir ini akan ada air mata di Stadion Anfield, di mana Jurgen Klopp akan memimpin Liverpool untuk ke-491 dan terakhir kalinya saat menghadapi Wolves sebagai tim tamu. Sedangkan Roberto de Zerbi akan memimpin pertandingan terakhirnya sebagai pelatih Brighton.

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *