Pasca Bencana Hidrometeorologi di Jawa Barat, Cuaca Ekstrem Diperkirakan Masih Berlangsung Sepekan Kedepan

Ahmad Riyadi
Kondisi salah satu ruas jalan yang tergenang di Kota Bandung. Kondisi cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir, menyebabkan bencana hidrometeorologi di sebagaian wilayah Jawa Barat. Foto: Istimewa
Kondisi salah satu ruas jalan yang tergenang di Kota Bandung. Kondisi cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir, menyebabkan bencana hidrometeorologi di sebagaian wilayah Jawa Barat. Foto: Istimewa

Bandung, Quarta id- Pasca bencana hidrometeorologi di Jawa Barat, Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Andri Ramdhani meminta semua pihak tetap waspada.

Andri menyebut kondisi dinamika atmosfer di sekitar Indonesia masih berpotensi signifikan terhadap peningkatan curah hujan di beberapa wilayah dalam sepekan kedepan.

“BMKG telah merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah tersebut yang terus diperbaharui secara berkala menyesuaikan kondisi dinamika atmosfer,” ucap Andri melalui siaran pers yang dipublikasi Jum’at (12/1/2024).

BACA JUGA: BMKG Minta Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorolgi, ini Penjelasannya!

Sebagaimana diketahui, sejumlah wilayah di Jabar dilanda bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem pada Kamis (11/1/2024).

Data BMKG menyebut, insiden tersebut diantaranya, banjir disertai lumpur dari luapan aliran Sungai Cikapundung di Kota Bandung, hujan dan angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang di Pegaden Barat Kabupaten Subang,

Insiden lain adalah tanah longsor di Kecamatan Coblong Kota Bandung dan Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang dan Bungbulang Kabupaten Garut.

BACA JUGA: Sampah Organik dilarang Masuk TPA Sarimukti, Akademisi ITB Sampaikan ini!

Pantauan Quarta id, Jumat (12/1/2024) warga Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung yang mengungsi akibat meluapnya Sungai Cikapundung, masih tertahan di pengungsian akibat rusak dan tergenangnya beberapa fasilitas tempat tinggal mereka.

Dihari yang sama, pagi pukul 07.00 WIB, Quarta id memantau kondisi tergenangnya akses jalan pada wilayah Bojongsoang, Kota Bandung,

Dari data BMKG, banjir juga merendam jalan raya Cikawung – Wado di Kabupaten Indramayu, banjir bandang di Kecamatan Lembang Bandung Barat, dan Hujan lebat disertai kilat petir dan angin kencang yang terjadi di wilayah Desa Jomin, Kecamatan Kota Baru , Kab. Karawang mengakibatkan atap rumah warga.

BACA JUGA: Forum Bali Ocean Days, Bahas Ekonomi Biru dan Isu Pembangunan Berkelanjutan

“Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Indonesia, yaitu hingga tanggal 13 Januari mendatang,” lanjut Andri.

Kondisi itu menurut Andri berpeluang terjadi di sebagian Sumatera Utara, Sumatra Barat, Riau, Kep.Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Kep.Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, termasuk Jawa Barat.

Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua, dan Papua Barat diprediksi akan mengalami kondisi serupa.

BACA JUGA: Hancur Terbakar, Ekosistem Savana Gunung Bromo Butuh Waktu Puluhan Tahun untuk Pulih

Sedangkan pada tanggal 14-17 berpotensi terjadi di sebagian Aceh, Riau, Kep.Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Kep.Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur,Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua, dan Papua Barat.

“Kepada masyarakat di daerah tersebut kami himbau untuk senantiasa waspada terhadap terjadinya cuaca ekstrem berupa hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai dengan kilat atau petir dan angin kencang.

Biasanya situasi ini dicirikan dengan kondisi panas terik antara pukul 10.00 hingga 14.00 WIB yang selanjutnya ditandai dengan munculnya awan cumulonimbus (CB) yang berwarna gelap, tebal, dan berbentuk seperti kembang kol,” pungkas Andri.

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *