Perkuat Diplomasi Kesehatan, Indonesia Kirim 10 Juta Dosis Vaksin Polio ke Afganistan

Ahmad Riyadi
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi (Tengah), Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani (ketiga dari kiri), dan turut hadir  Direktur Medis dan Hubungan Kelembagaan Bio Farma (kiri) dalam kegiatan pelepasan bantuan vaksin bOPV ke Afghanistan. (Foto: biofarma.co.id)
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi (Tengah), Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani (ketiga dari kiri), dan turut hadir Direktur Medis dan Hubungan Kelembagaan Bio Farma (kiri) dalam kegiatan pelepasan bantuan vaksin bOPV ke Afghanistan. (Foto: biofarma.co.id)

JAKARTA, Quarta.id- Indonesia mengirimkan 10 juta dosis vaksin bOPV (bivalent oral polio vaccine) ke negera Afganistan sebagai bagian dari program hibah vaksin dari LDKPI (Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional) Kementerian Keuangan RI kepada masyarakat Afghanistan.

Bio Farma sebagai induk Holding BUMN Farmasi dipercaya menyediakan vaksin tersebut.

Pelepasan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi di Bandara Soekarno Hatta, Minggu (7/3/2024).

BACA JUGA: Indonesia Kecam Penembakan Warga Palestina oleh Tentara Israel Saat Antre Bantuan Makanan di Gaza

Turut dihadiri Direktur Medis, dan Hubungan Kelembagaan Bio Farma, Sri Harsi Teteki.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menyampaikan bahwa Indonesia akan selalu siap untuk berkontribusi dalam menangani masalah kemanusiaan di dunia.

“Hibah Vaksin Polio produksi Bio Farma ini menjadi bagian dari komitmen Indonesia kepada rakyat Afghanistan. Insya Allah, manfaatnya akan banyak dan dapat dirasakan langsung oleh rakyat Afghanistan yang memerlukannya. Indonesia menunjukan bahwa kita siap berkontribusi untuk masalah kemanusiaan,” ucap Retno dikutip dari laman biofarma.co.id.

BACA JUGA: Nikaragua Seret Jerman ke Mahkamah Internasional karena Dukung Genosida Israel di Gaza

Masih dari laman yang sama Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa pelepasan produk vaksin polio merupakan bentuk dukungan Indonesia sebagai negara sahabat kepada Afghanistan.

“Dalam rangka meneruskan mandat konstitusi sebagai negara yang Merdeka, Indonesia memiliki kewajiban untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia. Dibalik tantangan yang masih dihadapi di aspek Pembangunan dalam negeri, tidak menjadi halangan bagi Indonesia untuk tetap berkontribusi di kancah global. Semoga Indonesia terus mampu meneruskan upaya baik dalam membangun dunia yang lebih aman, damai, dan sejahtera.” papar Sri.

BACA JUGA: Debat Terbuka di DK PBB, Menlu Retno Desak Gencatan Senjata Permanen di Gaza

Sementara itu, Direktur Medis dan Hubungan Kelembagaan Bio Farma, Sri Harsi Teteki menyampaikan bahwa penyediaan vaksin bOPV kepada Masyarakat Afghanistan merupakan bentuk komitmen Bio Farma untuk mendukung kesehatan global.

“Kami merasa terhormat dapat membantu Pemerintah Indonesia dalam menjalankan program Diplomasi Kesehatan, utamanya dalam membantu negara sahabat yang sedang membutuhkan,” kata Sri.

BACA JUGA: Deretan Kota di Dunia dengan Durasi Puasa Terlama, Ada yang hingga 17 Jam

Vaksin bOPV merupakan jenis vaksin yang paling umum digunakan dalam perjuangan memberantas polio. Ada berbagai jenis OPV yang melindungi terhadap satu, kombinasi dua, atau ketiga serotipe polio yang berbeda – tipe 1, 2, dan/atau 3.

Vaksin bOPV diberikan secara oral atau dari mulut. Vaksin bOPV Bio Farma memberi perlindungan terhadap Polio 1 dan 3. Produk bOPV Bio Farma telah mendapat Sertifikat Prakualifikasi dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO sejak 2010.

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *