Home SPORT

Kisah Han Willhoft-King: Nyaris Perkuat Timnas, Pensiun Dini dari Sepakbola demi Lanjut Kuliah

Bakti M. Munir
Han Willhoft-King (Foto: The Guardian, @Spurs_ID)
Han Willhoft-King (Foto: The Guardian, @Spurs_ID)

JAKARTA, Quarta.id– Han Willhoft-King membuat keputusan besar dalam hidupnya. Remaja 19 tahun yang memperkuat klub Manchester City U-21 ini memilih pensiun dini dari sepakbola. Tujuannya demi melanjutkan kuliah.

BACA JUGA: Heboh, Gara-gara Cetak Hattrick Striker Timnas Irlandia Ini Jadi Nama Bandara Internasional

Menjadi pemain klub elite Eropa jadi mimpi masa kecil jutaan remaja di dunia. Dan, Han Willhoft-King sudah merengkuh cita-cita remaja seusianya. Paling tidak, tinggal selangkah lagi dia akan mewujudkan mimpinya menjadi pemain top dunia.

Ya, tidak ada yang menyangkal mimpi itu akan segera terwujud karena ia mulai bergabung dengan tim Premier League yang dilatih Pep Guardiola.

BACA JUGA: Hukuman 7 Laga Bentancur, Inilah Sepakbola Inggris yang Tak Beri Ruang untuk Rasisme

Namun, Han Willhoft-King yang memiliki garis keturunan Indonesia memilih mengikuti kata hatinya. Panggilan jiwanya untuk menempuh pendidikan tak pernah surut. Dia memang cemerlang di bidang akademik. Nilainya A untuk Matematika, Ekonomi, dan Sejarah.

Keputusan besar lantas diambil : pensiun dini dari sepakbola demi melanjutkan kuliah. Dia memilih belajar ilmu hukum di Oxford University, Inggris.

BACA JUGA: Pecahkan Rekor Pemain Termahal Spurs, Solanke Bakal Jadi Jelmaan Harry Kane? 

Sebelum bermain di tim muda Man City, Willhoft-King digembleng di tim akademi klub London utara Tottenham Hotspur hingga sinar terangnya perlahan memancar. Dia talenta muda yang digadang-gadang akan menjadi gelandang bertahan hebat di masa depan.

Namanya bahkan masuk dalam daftar The Guardian’s Next Generation 2022.

Quarta.id merangkum perjalanan Han Willhoft-King sejak bermain di Spurs, lalu kisahnya yang nyaris jadi Warga Negara Indonesia, hingga kemudian memutuskan gantung sepatu di usia sangat muda.

Nyaris Perkuat TImnas Garuda

Willhoft-King yang lahir pada 2006 pernah jadi perbincangan publik Tanah Air ketika ia nyaris dinaturalisasi.

BACA JUGA: Harry Kane yang Berjuang Melawan Kutukan

Willhoft-King sempat dipinang  untuk memperkuat Indonesia jelang Piala Dunia U-17 2023. Waktu itu Indonesia jadi tuan rumah sebelum akhirnya batal.

Willhoft-King memiliki ayah yang lahir di London namun besar di Jakarta.  ibunya berdarah China-Amerika. Namun, kostum Garuda gagal ia kenakan lantaran terkendala paspor.  Sebenarnya ia bisa dinaturalisasi. Namun, waktu yang mepet saat itu membuat PSSI mengurungkan niat menjadikannya WNI.

Pensiun Dini karena Cedera

Keputusan Willhoft-King pensiun dini dari sepakbola lalu memilih kuliah di Oxford membuatnya dicecar pertanyaan, terutama dari orang-orang dekatnya. Namun, diakui keputusan diambil setelah melalui proses perenungan.

BACA JUGA: Timnas Australia Puji Skuad Muda Garuda, Juluki Marselino Ferdinan “Golden Boy” Indonesia

“Saya tidak tahu (apakah) banyak orang yang ketika mereka mencapai Man City U-21, akan berhenti bermain saat itu,” ujarnya dikutip The Guardian.

“Karena ketika Anda bermain untuk Man City U-21, harapannya adalah mengejar karier,” lanjutnya.

Namun, Willhoft-King sebenarnya punya alasan pensiun dini. Jawaban sederhananya adalah karena ia dibekap cedera. Hantu cedera mendera justru di masa-masa pembuktian dirinya sebagai talenta muda cemerlang.

BACA JUGA: Sepakbola Akan Terapkan Aturan Kartu Biru, untuk Pelanggaran Apa?

Willhoft-King tampil gemilang di musim U-16-nya bersama Spurs pada 2021-22, klub yang ia bela sejak usia enam tahun. Pada 2 Juli 2024, jurnalis transfer sepakbola asal Italia Fabrizio Romano menyampaikan kabar kepindahanny ke Man City untuk kontrak berdurasi hingga dua tahun.

Spurs sempat punya harapan besar pada bakat alaminya. The Lilywhites yang melahirkan pemain sekaliber Harry Kane telah memantaunya di TFA, klub akar rumput London utara. Willhoft-King bermain bersama Myles Lewis‑Skelly dan Ethan Nwaneri yang keduanya kini bermain di Arsenal. 

BACA JUGA: Bikin Bangga Polri, Dua Pemain Timnas Indonesia U-23 Ini Anggota Polisi Aktif

Willhoft-King pernah bermain untuk timnas Inggris U-16 dan terlibat dalam latihan tim utama Spurs di bawah asuhan Antonio Conte, di mana ia mengenang kebaikan gelandang asal Denmark Pierre-Emile Højbjerg dan center back asal Inggris Eric Dier.

Cedera serius pertama Willhoft-King terjadi menjelang akhir musim itu dan hal itu melemahkannya hingga akhir tahun – ketika ia memulai beasiswanya di Spurs. 

BACA JUGA: Prestasi Indonesia Meningkat Pesat, Erick Thohir:  Program Timnas Sudah On the Track

Ia kembali mengalami cedera di musim keduanya sebagai pemain akademi dan kemudian di City pada 2024-25, ia absen dari September hingga tahun baru. Setelah itu, saat tim City U-21 mapan, ia merasa kesulitan untuk beradaptasi.

Otak Cemerlang 

Tapi sejatinya, cedera hanyalah salah satu faktor. Willhoft-King selalu merasakan tarikan dunia akademis. Bukan kebetulan semata. Dia memang tumbuh di lingkungan keluarga yang akademis. Otak cemerlangnya bisa jadi diturunkan dari ayahnya, Jorg, mantan dosen filsafat  dan ibunya, Laura, seorang arsitek.

“Saya selalu merasa kurang bersemangat dalam sepak bola. Jangan salah paham, saya masih menyukainya. Tapi saya merasa bisa berbuat lebih banyak,” ujarnya.

BACA JUGA: Momen Unik, Gelandang AC Milan Berdarah Maluku Ini Pasang Nama Ibu di Jersey

Pada tahun keduanya sebagai mahasiswa Spurs, yang ia gambarkan sebagai “masa yang cukup gelap” terutama karena cedera. Ia lalu mulai berpikir untuk kuliah di universitas di AS. Ketertarikannya muncul ketika klub tersebut mendatangkan seorang pembicara tamu dari sebuah agensi yang membantu para pemain di Inggris mendapatkan beasiswa olahraga di AS.

Willhoft-King tidak menikmati hidup di Spurs dan menganggap AS sebagai solusinya. Idenya adalah ia dapat menggabungkan pendidikan dan impian sepak bola profesional dengan menjadi pemain klub MLS.

Willhoft-King menolak tawaran kontrak baru dari Spurs dan menerima tempat di UCLA untuk memulai kariernya di negeri Paman Sam pada Januari 2025. 

BACA JUGA: Wajar Ronaldo Makin Dicintai Penggemar di Arab Saudi, Ini Alasannya!

Ia lalu menandatangani kontrak dengan FC Cincinnati 2 – yang bermain di MLS Next Pro. Kontrak tersebut berdurasi enam bulan untuk membantunya sampai ke UCLA. 

Namun, ia hanya bertahan beberapa minggu karena Man City menawarinya kontrak satu tahun dengan opsi perpanjangan pada tahun kedua. Ia pun menerimanya.

“Saat itu, rencananya masih ingin menjadi pemain profesional, dan saya merasa akan selalu menyesal jika tidak bergabung dengan Man City,” ujarnya. 

BACA JUGA: Energi Celine Dion pada Upacara Pembukaan Olimpiade Paris, Perdana Tampil Live Sejak Sakit

Karier di City hanya sejenak sebelum akhirnya ia harus membuat keputusan sangat penting dalam hidupnya.

“Sekarang saya sudah mendapatkannya (jadi pemain U-21 City) dan saya bisa meninggalkan sepak bola dengan keyakinan bahwa saya telah memberikan yang terbaik. Itu jauh lebih menenangkan bagi saya,” tandasnya.

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *