Profesi Intel Bukan Monopoli Pria, Perempuan pun Bisa

Al-Qadri Ramadhan
Ilustrasi (Foto: spymuseum.org)
Ilustrasi (Foto: spymuseum.org)

JAKARTA, Quarta.id– Profesi sebagai agen intelijen sangat identik dengan pria. Namun, sesungguhnya profesi ini sangat terbuka bagi kaum perempuan. Terbukti, saat ini sudah cukup banyak perempuan yang bekerja sebagai pegawai intelijen di lembaga negara.

Selain itu, kecerdasan sering dianggap sebagai prasyarat utama untuk menjadi seorang intel. Namun, faktor kecerdasan ternyata hanya satu prasyarat. Satu syarat lain yang dinilai sangat penting adalah bakat.

BACA JUGA: Udara Masih Diselimuti Abu Vulkanik, Penutupan Bandara Sam Ratulangi Diperpanjang

“Siapa saja bisa menjadi agen intelijen di Indonesia asalkan memiliki bakat. Seseorang sekolah setinggi apapun kalau tidak punya bakat, tidak bisa menghayati ketika menjadi seorang intel,” ujar pemerhati intelijen Susaningtyas Kertopati Nefo Handayani dalam webinar yang diselenggarakan Indonesia Strategic & Defence Studies (ISDS) bertema “Ngeri Gak Sih…??? Perempuan dan Studi Intelijen” di Jakarta, Kamis (18/4/2024).

BACA JUGA: Puluhan Personel Kodam XIII/Merdeka Dikerahkan Bantu Evakuasi Warga Terdampak Erupsi Gunung Ruang

Dosen Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) dan Universitas Pertahanan (Unhan) ini menyampaikan sebuah ilustrasi yang bisa menguji apakah seseorang berbakat jadi intelijen atau tidak.

“Kita kasih bunga mawar. Kalau jawabannya bunga itu berwarna merah, tangkainya hijau, meski dia ber-IQ tinggi, jangan terima,” ujarnya.

Berbeda jika seorang calon pegawai intelijen bisa menjawab dengan menyampaikan hal yang lebih detil tentang mawar dan fokus pada bunga tersebut.

“Kalau ia melihat bahwa mawar itu di dalamnya ada serbuk, ada warna kuning, hitam, ada lain-lain, rekrut,” kata Susaningtyas yang menjabat Sekretaris Panja saat pembahasan RUU Intelijen dilakukan di DPR .

BACA JUGA: Batik Air Batalkan Penerbangan di Bandara Kuala Lumpur Efek Letusan Gunung Ruang

Lebih jauh, dia menceritakan pengalamannya pernah disentil seorang jenderal ketika membuat disertasi tentang intelijen.  Sang jenderal menilai itu tidak umum dilakukan seorang perempuan.

“Perempuan kok mengambil intelijen, itu bersifat maskulin lho. Padahal tidak. Buktinya di BIN banyak perwira intelijen yang perempuan,” kata Susaningtyas yang pernah meneliti tentang cara kerja intelijen di Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri.

BACA JUGA: Bertemu Presiden Xi Jinping, Menhan Prabowo Bahas Penguatan Kemitraan Strategis dengan China

Susaningtyas menilai, profesi intelijen sebenarnya memiliki masa depan cerah dan ada peluang karier yang terbuka lebar bagi siapa pun yang tertarik. Namun, lagi-lagi proses rekrutmen tidak gampang.

Di acara yang sama, dosen Pascasarjana Unhan RI, Editha Praditya Duarte menilai, perempuan juga bisa berkiprah di dunia intelijen. Baik itu intelijen pertahanan, kepolisian, kejaksaan, hingga dunia bisnis.

Editha menyebut, dunia intelijen itu ibarat dua sisi mata uang yang sebenarnya tujuannya untuk kepentingan Indonesia. “Dan, perempuan itu adalah salah satu pilarnya dunia intelijen,” katanya.

BACA JUGA: Saldi Isra Tanya Empat Menteri Mengapa Jokowi Lebih Banyak Bagikan Bansos di Jawa Tengah

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Diandra Megaputri Mengko, mengaku gusar karena selama ini informasi tentang intelijen RI lebih banyak ditulis oleh penulis luar negeri.

Dia menyebut, baru-baru ini saja ada banyak penulis dalam negeri yang membahas kajian intelijen, khususnya dari kalangan perempuan, termasuk Susaningtyas dan Editha.

BACA JUGA: Jokowi Minta Apple Bangun Pabrik di Indonesia, Ini Respons CEO Apple Tim Cook

Menurtnya, perkembangan studi intelijen sangat terbuka bagi semua pihak, termasuk perempuan. Diandra mengaku mendapati fakta kaum perempuan masih sangat minim yang tertarik dengan kajian intelijen, termasuk bidang pertahanan dan keamanan.

“Sebisa mungkin teman-teman saling membantu dan mendukung karena sebenarnya tujuannya adalah mendorong aktor keamanan sebagai tujuan praktisnya, dan kedua mendorong diskursus akademik lebih lanjut lagi,” pesannya.

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *