Ahli Arkeologi Minta Pengelola Museum Nasional Rinci Dampak Kebakaran

admin
Tembega adalah satu di antara koleksi Museum Nasional Indonesia. Benda ini sudah sangat langka dan dibuat sebelum 1901. Tembega merupakan perhiasan telinga suku bangsa Bantik di Sulawesi Utara yang bentuknya merepresentasikan organ reproduksi perempuan dan bermakna kesuburan. (Foto: museumnasional.or.id)
Tembega adalah satu di antara koleksi Museum Nasional Indonesia. Benda ini sudah sangat langka dan dibuat sebelum 1901. Tembega merupakan perhiasan telinga suku bangsa Bantik di Sulawesi Utara yang bentuknya merepresentasikan organ reproduksi perempuan dan bermakna kesuburan. (Foto: museumnasional.or.id)

JAKARTA, Quarta.id– Kebakaran yang menghanguskan Gedung A Museum Nasional Indonesia di Jakarta mengundang keprihatinan para ahli arkeologi.

Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) Komisariat Daerah Jabodetabek menyatakan, peristiwa tersebut merupakan kerugian yang teramat besar bagi kekayaan sejarah, budaya, juga ilmu pengetahuan.

IAAI meminta pengelola Museum Nasional Indonesia untuk mendata secara rinci dampak kebakaran terhadap artefak dan benda sejarah yang ada.

Menurut IAAI, museum seharusnya bisa terjaga keamanannya karena merupakan tempat berbagai koleksi artefak bersejarah khazanah budaya Indonesia dilestarikan untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan jati diri bangsa.

BACA JUGA: Dampak WFH Tak Signifikan, Kualitas Udara Jakarta Tetap Buruk

“Kerusakan yang dialami benda-benda koleksi museum tak dapat tergantikan, baik dalam bentuk maupun nilainya dengan apa pun juga,” ujar Ketua IAAI Komda Jabodetabek Dyah Chitraria Liestyati melalui pernyataan persnya, Minggu (17/09/2023).

Dia menyebut Gedung A Museum Nasional merupakan ruang-ruang pamer koleksi-koleksi etnografi, artefak-artefak masa prasejarah, koleksi budaya, dan sejenisnya.

Dia berharap masih banyak koleksi artefak yang bisa terselamatkan, dan dapat dilestarikan sebaik-baiknya demi ilmu pengetahuan dan kebanggaan bangsa Indonesia umumnya, generasi mendatang khususnya.

BACA JUGA: Pengelola Museum Nasional Mengklaim Koleksi yang Terbakar Sebagian Replika

Sejauh ini dugaan penyebab kebakaran Museum Nasional Indonesia dipicu korsleting arus listrik yang terjadi di bedeng proyek renovasi museum yang terletak di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat,  tersebut.

Sebagai bentuk keprihatinan , IAAI meminta kepada pemerintah, DPR dan jajaran yang menaunginya untuk mengapresiasi Museum Nasional Indonesia bukan hanya pada bangunan dan koleksinya sebagai benda semata.

“Namun juga pada nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, sehingga mitigasi risiko dan sistem keamanan Museum Nasional Indonesia harus terjamin sarana dan prasarananya,” kata Dyah.

BACA JUGA: Hancur Terbakar, Ekosistem Savana Gunung Bromo Butuh Waktu Puluhan Tahun untuk Pulih

Dijelaskan, Museum Nasional Indonesia menyimpan koleksi khasanah budaya Indonesia pilihan, yang bahkan ada di antaranya merupakan satu-satunya di Indonesia.

Maka jaminan terpelihara, terlestari, dan aman dari hilang atau musnah merupakan syarat mutlak demi jatidiri dan kebanggaan (national identiy and pride) bangsa Indonesia.

Hal penting lainnya menurut Dyah adalah pemerintah dan DPR perlu memperjuangkan Undang-Undang Permuseuman dan Badan Permuseuman Indonesia agar pengelolaan dan perlindungan museum dapat dilaksanakan secara komprehensif.

BACA JUGA: Menyedihkan, Satwa dan Tumbuhan Langka Ini Terancam Punah akibat Kebakaran Bromo

IAAI juga menyatakan mendukung penyelidikan mendalam oleh jajaran terkait terhadap sebab dan sumber kebakaran.

Pengelola Museum Nasional Indonesia juga diminta melakukan pendataan secara rinci dampak kebakaran terhadap koleksi museum, artefak, dan bangunan.

Tujuannya agar dapat diketahui secara riil langkah-langkah penanganannya secara tepat, baik untuk koleksi artefak, ruang-ruang penempatan koleksi, dan bangunan pendukungnya.

“Kami juga mengajak berbagai pihak dan seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama merawat dan menjaga kekayaan budaya bangsa kita yang ada di museum-museum dan cagar-cagar budaya kita,” tandasnya.

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *