Yuk, Jaga Habitat dan Kelestarian Burung Air, Ini Peran Pentingnya bagi Manusia dan Alam

Bakti M. Munir
(Foto kiri) Burung air jenis  Blekok Sawah (Ardeola speciosa) bertengger di dahan hutan bakau di Kawasan Ancol, Jakarta Utara. (Foto kanan) Jurnalis dan sukarelawan memotret burung air di Kawasan Ancol saat berlangsung kegiatan sensus burung di Kawasan Ancol,  Minggu (25/2/2024). (Foto: Dok. Belantara Foundation)
(Foto kiri) Burung air jenis Blekok Sawah (Ardeola speciosa) bertengger di dahan hutan bakau di Kawasan Ancol, Jakarta Utara. (Foto kanan) Jurnalis dan sukarelawan memotret burung air di Kawasan Ancol saat berlangsung kegiatan sensus burung di Kawasan Ancol, Minggu (25/2/2024). (Foto: Dok. Belantara Foundation)

JAKARTA, Quarta.id– Burung air memiliki peran yang penting bagi manusia dan alam sekitar.

Namun ironis, kehidupan burung air saat ini makin terancam. Penyebabnya adalah banyaknya perburuan dan perdagangan ilegal, hilangnya habitat, pencemaran air, dan kerusakan ekosistem.

Perlu kesadaran semua pihak, terutama generasi muda, untuk ikut berupaya melestarikan keberadaan burung air. Satu di antara upaya tersebut adalah dengan melakukan sensus.

BACA JUGA: Yuk, Kenali Forest Restoration Project: Aksi Tanam Pohon Spesies Langka di Hutan Sumatra

Ancol Taman Impian menggandeng Jakarta Birdwatcher’s Society dan Belantara Foundation menggelar sensus burung air di empat kawasan Ancol pada Minggu (25/2/2024).

Kegiatan ini dalam rangka memperingati Asian Waterbird Census (AWC) atau Sensus Burung Air se-Asia.

BACA JUGA: Hancur Terbakar, Ekosistem Savana Gunung Bromo Butuh Waktu Puluhan Tahun untuk Pulih

Koordinator Jakarta Birdwatcher’s Society, Ady Kristanto mengatakan, kesadaran masyarakat akan pentingnya burung di alam diakui masih sangat rendah sehingga banyak yang tidak acuh terhadap peran dari burung air, bahkan memburunya.

“Kegiatan pengamatan burung sebagai upaya penyadartahuan warga perlu ditingkatkan dan kegiatan sensus burung air ini adalah salah satunya”, ujar Ady melalui keterangan tertulis, Senin (26/2/2024).

BACA JUGA: Sampah Organik Dilarang Masuk TPA Sarimukti, Begini Cara Pengelolaan Sampah di Areal Gedung Sate Bandung

Burung air memiliki peran penting bagi manusia dan alam sekitar, di antaranya menjadi indikator lingkungan yang penting dalam pengelolaan lahan basah.

Di beberapa daerah persawahan dan hutan mangrove, burung air bermanfaat sebagai agen pengendali hama alami dan indikator kualitas lingkungan.

Berdasarkan sensus burung air yang dilakukan di empat kawasan Ancol, teridentifikasi 40 jenis burung dengan total 337 individu.

BACA JUGA: Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional dan Bulk Store yang Terus Menggeliat

Dari 40 jenis burung tersebut, terdapat 10 jenis burung air dengan total 93 individu. 10 jenis burung tersebut yaitu blekok sawah (Ardeola speciosa), kuntul kecil (Egretta garzetta), kokokan laut (butorides striatus), pecuk ular asia (Anhinga melanogaster), dan kuntul perak (Ardea intermedia).

BACA JUGA: Artis Hobi Pelihara Satwa Liar, Ini Pesan Menohok Davina dan Ramon Y Tungka

Jenis lainnya, kowak malam abu (Nycticorax nycticorax), trinil pantai (Actitis hypoleucos), cangak abu (Ardea cinerea), pecuk padi hitam (Phalacrocorax sulcirostris) dan kareo padi (Amaurornis phoenicurus).

Dari 10 jenis burung air tersebut, terdapat satu jenis burung migran yaitu trinil pantai (Actitis hypoleucos).

BACA JUGA: Menyedihkan, Satwa dan Tumbuhan Langka Ini Terancam Punah akibat Kebakaran Bromo

Terdapat satu jenis yang masuk ke dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN), yaitu pecuk ular asia (Anhinga melanogaster). Jenis ini  berstatus hampir terancam punah/Near Threatened (NT).

Hasil sensus burung air se-Asia 2024 ini akan dilaporkan kepada Wetlands International Indonesia sebagai koordinator AWC Indonesia dan Pemprov DKI Jakarta.

Hasil sensus burung air ini dapat menjadi pengayaan data burung air Pemprov DKI Jakarta.

BACA JUGA: Wisata Bromo Kembali Dibuka, Pengunjung Dilarang Bawa Benda yang Bisa Picu Kebakaran

Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Eddy Prasetyo mengatakan Ancol tidak hanya merupakan kawasan wisata akan tetapi juga merupakan rumah keanekaragaman hayati flora dan fauna ekosistem pesisir.

“Keberadaan burung ini terus kami monitor dan evaluasi bekerja sama dengan Jakarta Birdwatcher Society agar dapat menjaga keberlangsungan kehidupannya,” ujarnya.

BACA JUGA: Presiden Baru dan “Bom Waktu” Bernama TPA

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dolly Priatna mengemukakan pelibatan masyarakat khususnya generasi muda, merupakan salah-satu kunci keberhasilan pelestarian satwa liar, termasuk burung air beserta habitatnya.

Satu bentuk partisipasi aktif adalah melakukan sensus burung air yang ada sekitar tempat tinggalnya.

“Aksi seperti itu lalu diunggah di media sosial sehingga dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi masyarakat khususnya generasi muda untuk terlibat aktif dalam menjaga dan melindungi burung air di daerah mereka”, tandasnya.

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *