Meski Sekutu Abadi Israel, AS Tolak Ikut Balas Serangan Iran

Al-Qadri Ramadhan
Bendera Amerika Serikat. (Foto: id.usembassy.gov)
Bendera Amerika Serikat. (Foto: id.usembassy.gov)

JERUSALEM, Quarta.id– Presiden Joe Biden memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa Amerika Serikat tidak akan mengambil bagian dalam serangan balasan terhadap Iran.

Diberitakan Reuters, serangan Iran memicu ancaman perang terbuka di antara negara-negara Timur Tengah yang tengah bermusuhan.

BACA JUGA: Dukung Serangan Balasan Iran ke Israel, Hamas: Hak Setiap Negara Membela Diri atas Agresi Zionis

Ditambah tarik-menarik sikap Amerika Serikat (AS) membuat kawasan ini berada dalam kondisi tegang. Hal ini memunculkan seruan dari negara-negara global dan negara-negara Arab untuk menahan diri demi menghindari eskalasi membesar.

“Timur Tengah berada di ambang kehancuran. Masyarakat di kawasan ini sedang menghadapi bahaya nyata berupa konflik berskala penuh yang menghancurkan. Sekarang adalah waktunya untuk meredakan ketegangan dan meredakan ketegangan,” kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kepada Dewan Keamanan melalui pertemuan Minggu (14/4/2024) sebagai tanggapan atas serangan Iran.

BACA JUGA: Kemlu Nyatakan Tak Ada WNI yang Terdampak Serangan Iran ke Israel

Wakil Duta Besar AS untuk PBB Robert Wood meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengutuk keras serangan Iran, seraya mengatakan Washington akan menjajaki langkah-langkah tambahan yang tidak ditentukan di PBB untuk meminta pertanggungjawaban Iran dan memperingatkan kemungkinan kelanjutan agresi.

“Biar saya perjelas, jika Iran atau proksinya mengambil tindakan terhadap Amerika Serikat atau mengambil tindakan lebih lanjut terhadap Israel, Iran akan bertanggung jawab,” katanya.

Di saat Washington menekankan keinginannya untuk menghindari eskalasi, Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin berbicara dengan rekan-rekannya termasuk di Arab Saudi, Turki, Mesir dan Yordania, dan menekankan perlunya menghindari eskalasi.

BACA JUGA: Iran Lancarkan Serangan Militer ke Israel, Ini Respons Netanyahu dan Presiden AS Joe Biden

AS juga mengingatkan pentingnya tanggapan diplomatik yang terkoordinasi, dan menekankan bahwa AS akan terus mendukung pertahanan Israel.

Para pejabat Israel mengatakan lima anggota kabinet perang Netanyahu lebih memilih tindakan pembalasan dalam pertemuan pada hari Minggu, meskipun panel tersebut berbeda pendapat mengenai waktu dan skala tanggapan semacam itu.

Iran melancarkan serangan ke Israel pada Sabtu (13/4/2024) sebagai balasan atas serangan Israel terhadap kompleks kedutaan besarnya di Suriah pada 1 April yang menewaskan komandan penting Garda Revolusi.

BACA JUGA: Dukung Rakyat Palestina, Kanada Stop Penjualan Senjata ke Israel

Namun, serangan lebih dari 300 rudal dan drone diklaim hanya menyebabkan kerusakan ringan di Israel. Sebagian besar diklaim ditembak jatuh oleh sistem pertahanan Iron Dome Israel dan dengan bantuan dari AS, Inggris, Prancis, dan Yordania.

Pihak berwenang mengatakan pangkalan Angkatan Udara Israel terkena serangan tetapi tetap beroperasi seperti biasa.

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *