Dukung Rakyat Palestina, Kanada Stop Penjualan Senjata ke Israel

Al-Qadri Ramadhan
Menteri Luar Negeri Kanada Melanie Joly berbincang dengan masyarakat All Mazra'a Al Qibilya di Tepi Barat dalam kunjungan ke Palestina, Maret 2024. (Foto: X/@melaniejoly)
Menteri Luar Negeri Kanada Melanie Joly berbincang dengan masyarakat All Mazra'a Al Qibilya di Tepi Barat dalam kunjungan ke Palestina, Maret 2024. (Foto: X/@melaniejoly)

OTTAWA, Quarta.id– Pemerintah Kanada memutuskan menghentikan penjualan senjata ke penjajah Israel menyusul meningkatnya tekanan terhadap negara penjajah tersebut karena serangan militer yang dilakukan ke Gaza.

Dikutip dari newarab.com,  seorang pejabat pemerintah Kanada mengatakan kepada AFP pada hari Selasa (19/3/2024) bahwa negara tersebut akan menghentikan penjualan senjatanya ke Tel Aviv.

“Situasi di lapangan membuat kami tidak bisa mengekspor peralatan militer apa pun”, kata pejabat Kanada yang tidak ingin disebutkan namanya kepada AFP.

BACA JUGA: Indonesia Kecam Penembakan Warga Palestina oleh Tentara Israel Saat Antre Bantuan Makanan di Gaza

Menteri Luar Negeri Kanada Melanie Joly mengatakan kepada surat kabar Toronto Star pada hari Selasa bahwa Ottawa akan menghentikan ekspor senjata ke Israel di masa depan.

Penjajah Israel secara historis menjadi penerima terbesar ekspor senjata Kanada dengan material militer senilai 21 juta dollar Kanada yang diekspor ke Israel pada 2022. Pada 2021 juga dilakukan pengiriman senjata senilai 26 juta dollar Kanada.

Israel selama ini masuk daftar 10 negara terbesar penerima ekspor senjata Kanada.

BACA JUGA: Nikaragua Seret Jerman ke Mahkamah Internasional karena Dukung Genosida Israel di Gaza

Keputusan Kanada menyetop pasokan senjata ini tak pelak memicu kemarahan Israel.

Menteri Luar Negeri Israel Katz mengatakan sangat menyesalkan pemerintah Kanada mengambil langkah yang melemahkan hak Israel untuk membela diri.

“Sejarah akan menilai tindakan Kanada saat ini dengan keras”, ujar Katz dalam postingannya di X/Twitter.

Wilayah Palestina yang terkepung menghadapi krisis kemanusiaan yang semakin parah, dan perang yang berlangsung selama berbulan-bulan telah mendorong ratusan ribu warga Gaza ke ambang kelaparan.

BACA JUGA: Anggota Angkatan Udara AS Bakar Diri di Depan Kedutaan Israel sambil Teriak “Bebaskan Palestina!”

Kanada, sekutu utama Amerika Serikat, yang memberikan bantuan militer miliaran dolar kepada Israel setiap tahunnya. Namun, sejak serangan Hamas ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023, Kanada hanya mengirim sejata tidak mematikan seperti peralatan radio.

Seorang pejabat Kanada menyebut pengiriman senjata ke Israel telah dihentikan sejak Januari 2024.

Senator Amerika Serikat Bernie Sanders menyambut baik langkah Kanada tersebut. Dalam sebuah postingan di X/Twitter, dia berkata, “Mengingat bencana kemanusiaan di Gaza, termasuk kelaparan yang meluas dan semakin meningkat, AS tidak boleh menyediakan nikel lagi untuk mesin perang Netanyahu.”

BACA JUGA: Putin Menang Pemilu Bikin Pemimpin Barat Meradang, China, India dan Korut Siap Bekerja Sama

Perang di Gaza terjadi terjadi setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang mengakibatkan sekitar 1.160 warga Israel tewas, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP atas angka resmi Israel.

Penjajah Israel merespons dengan serangan tanpa henti terhadap Hamas yang telah menewaskan sedikitnya 31.819 orang, kebanyakan korban adalah wanita dan anak-anak, menurut kementerian kesehatan Gaza.

Meskipun menegaskan hak Israel untuk membela diri, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengambil sikap yang semakin kritis terhadap Israel ketika kematian warga sipil meningkat di Gaza.

BACA JUGA: Marak Isu Kurma Asal Israel, BPS Ungkap 4 Negara Pemasok Terbesar untuk Indonesia

Pada Senin (18/3/2024) lalu, Parlemen Kanada mengeluarkan resolusi tidak mengikat yang menyerukan komunitas internasional untuk mengupayakan solusi dua negara antara Israel dan Palestina.

Masalah pengiriman senjata ke Israel telah memicu proses hukum di beberapa negara di dunia.

Di Kanada, koalisi pengacara dan warga negara asal Palestina mengajukan pengaduan terhadap pemerintah pada awal Maret untuk menangguhkan ekspor senjata ke Israel, menuduh pemerintah melanggar hukum internasional dan domestik.


Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *