Arifuddin Kunu
SELAYAR, Quarta.id- Peringatan Hari Bumi yang jatuh pada 22 April setiap tahunnya, menjadi momentum untuk kembali menggugah kesadaran ekologis setiap orang.
Kondisi lingkungan kita yang terus mengalama degradasi, terlihat dari frekuensi dan eskalasi bencana yang terus meningkat, abrasi, cuaca ekstrem, hingga keberadaan mikroplastik yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi perbincangan.
Kondisi ini membutuhkan kesadaran massif, dimana semua komponen mengambil peran sesuai porsinya masing-masing.
BACA JUGA: Cara Unik Komunitas Lingkungan di Selayar Kampanyekan Kantong Belanja Ramah Lingkungan
PLN Indonesia Power, dalam hal ini ULP PLTD Selayar, memanfaatkan peringatan Hari Bumi (Earth Day) pada Rabu (22/4/2026) dengan menggandeng Pemerintah Daerah Kepulauan Selayar dan komunitas lingkungan di Bumi Tanadoang.
Bertempat di Kawasan Hutan Mangrove Matalalang di Kecamatan Bontoharu, beberapa spot dalam kawasan tersebut ditanami bibit mangrove sebagai upaya mengembalikan fungsi habitat itu sebagai pengikat karbon.
Manajer UP PLTD Selayar, Doan Rizki Pirnanda menyampaikan komitmen PLN Indonesia Power dalam membangun sinergitas, serta memberi dukungan pada target nasional mencapai Net Zero Emission 2060.
BACA JUGA: Populasi Satwa Liar Menurun 73% Dalam 50 Tahun akibat Perubahan Iklim
“Sebanyak 200 bibit magrove yang ditanam san menjadi bukti komitmen PLN Indonesia Power terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan,” ucap Doan di sela-sela acara.
Ahmad Riyadi dari Komunitas Selayar Bebas Sampah Plastik (SBSP), memberi apresiasi dan berharap kolaborasi antar seluruh pihak dapat terjalin secara simultan.
“Ancaman krisis iklim nyata di depan kita, menghadapinya perlu kekuatan besar melalui kolaborasi dan kerja sama,” ucap Adi, sapaan Ahmad Riyadi.
BACA JUGA: Hari Bumi 2024: Yuk, Kenali Manfaat Mangrove untuk Bumi dan Kehidupan Manusia
Acara yang dihekat PLN Indonesia Power ini, turut pula dihadiri unusr pemerintah, masyarakat di sekitar lokasi dan jajaran UP PLTD Selayar.
Pada lokasi berjarak kurang lebih 3 km dari Kota Benteng, Ibu Kota Kepulauan Selayar itu, dilakukan pula aksi clean up oleh seluruh partisipan acara.
Selain fungsi ekologis, Hutan Mangrove Matalalang, juga menjadi salah satu objek wisata yang kerap dikunjungi, terutama oleh wisatawan lokal.