Hari Tuna Sedunia 2 Mei,  Indonesia Berkomitmen Jaga Keberlanjutan Populasi Tuna untuk Generasi

Siti Lestari
Ilustrasi. Populasi ikan tuna perlu dijaga keberlanjutannya agar komoditas perikanan kaya protein ini bisa dinikmati generasi mendatang. (Foto: kkp.go.id)
Ilustrasi. Populasi ikan tuna perlu dijaga keberlanjutannya agar komoditas perikanan kaya protein ini bisa dinikmati generasi mendatang. (Foto: kkp.go.id)

JAKARTA, Quarta.id- Masyarakat internasional memperingati Hari Tuna Sedunia setiap 2 Mei.

Indonesia merupakan produsen ikan tuna terbesar di dunia. Jumlah produksi tuna dalam negeri sekitar 19,1% dari total pasokan tuna dunia.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ingin menjadikan momentum Hari Tuna Sedunia untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan pasar global sekaligus menjaga keberlanjutan populasi perikanan tersebut. 

“Tuna merupakan salah satu sumber protein hewani terbaik, jadi tentu harus berkelanjutan agar bisa dinikmati oleh generasi saat ini dan masa depan,” ujar Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistiyo melalui keterangan tertulisnya di Jakarta (2/5/2024).

BACA JUGA: Mudah Diperoleh, Makanan Berikut Dapat Menurunkan Kadar Kolesterol dalam Darah

Budi mengatakan KKP telah menggandeng Marine Stewardship Council (MSC), yaitu organisasi non-pemerintah yang turut mendorong pasar produk seafood berkelanjutan, terutama tuna.

Satu di antara poin yang disinergikan adalah sertifikasi MSC untuk memastikan keberlanjutan stok dan dampak ekosistem yang minimum, serta sertifikasi chain of custody (CoC) untuk memastikan dan menelusuri produk bersertifikasi berasal dari sumber perikanan berkelanjutan.

“Sertifikasi CoC bisa dipenuhi unit pengolah ikan (UPI) jika mereka mengimplementasikan STELINA atau sistem ketertelusuran dan logistik ikan nasional,” tutur Budi.

BACA JUGA: Bicara pada Forum PBB, Kepala BMKG Beberkan PR Dunia untuk Wujudkan Laut yang Aman

Komitmen KKP dalam memasarkan produk tuna berkelanjutan juga dibuktikan saat berpartisipasi dalam Seafood Expo North America (SENA) 2024 di Amerika Serikat dan Seafood Expo Global (SEG) 2024 di Spanyol. Di acara tersebut produk tuna yang dipamerkan telah tersertifikasi dan mengimplementasikan prinsip ketertelusuran dan keberkelanjutan.

Hasilnya, kata Budi, pengunjung SENA terpikat dengan tuna Indonesia yang ditunjukkan dengan capaian nilai transaksi potensial tuna sebesar 50,45% atau USD29,50 juta dari total nilai USD58,47 juta selama SENA 2024.

BACA JUGA: Yuk, Nikmati Keindahan Karang Atol Terbesar Ketiga di Dunia Pada Festival Takabonerate 2023

Adapun di SEG nilai potensial transaksi tuna sebesar 21,62% atau USD13,79 juta dari total nilai USD63,8 juta.

Indonesia memasok 19,1% tunas dari total pasokan dunia. Jumlah produksi tersebut meningkatt dan mencapai 1,5 juta ton pada 2023. Nilai ekspor tuna Indonesia (termasuk cakalang dan tongkol) pada 2023 sebesar USD 927.2 juta atau 16,47% dari total nilai ekspor perikanan Indonesia. 

“Artinya konsumen global semakin menyadari pentingnya produk tuna berkelanjutan. Dan kita sampaikan ke dunia, bahwa produk tuna yang dipasarkan dari Indonesia telah menerapkan prinsip-prinsip tersebut,” tegasnya.

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *