26 Juta Orang Diprediksi Bergerak Serentak Saat Puncak Mudik 8 April, Pengamat Ingatkan Hal Ini

Al-Qadri Ramadhan
Calon penumpang kereta api berjalan menuju Stasiun Kereta Api Senen, Jakarta Pusat. Kereta Api merupakan satu di antara moda transportasi yang paling banyak digunakan saat warga mudik Lebaran. (Foto: dephub.go.id)
Calon penumpang kereta api berjalan menuju Stasiun Kereta Api Senen, Jakarta Pusat. Kereta Api merupakan satu di antara moda transportasi yang paling banyak digunakan saat warga mudik Lebaran. (Foto: dephub.go.id)

JAKARTA, Quarta.id– Puncak mudik Lebaran Idulfitri diperkirakan akan terjadi pada H-2 atau Senin (8/4/2024). Saat itu potensi pergerakan manusia diperkirakan mencapai 26,6 juta orang.

Perkiraan tersebut berdasarkan hasil survei potensi pergerakan masyarakat oleh Kementerian Perhubungan melalui Badan Kebijakan Transportasi.  

Berdasarkan hasil survei tersebut pula diperkirakan pergerakan masyarakat secara nasional saat mudik berpotensi mencapai 193,6 juta orang.

BACA JUGA: THR untuk ASN Mulai Cair H-10 Lebaran, Total Anggaran Rp48,7 Triliun

Ini setara dengan 71,7% dari jumlah penduduk Indonesia. Angka tersebut meningkat dibanding potensi pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 2023 yakni 123,8 juta orang.

Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi sejumlah hal agar mudik bisa berjalan lancar.

BACA JUGA: Dibuka Program Mudik Motor Gratis Pakai Kereta Api, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Pada mudik kali ini terjadi perubahan minat masyarakat dalam menggunakan moda angkutan. Jika pada mudik sebelum-sebelumnya kendaraan pribadi termasuk sepeda motor paling banyak digunakan, tahun ini orang sudah beralih menggunakan kerata api dan bus.

“Masalahnya adalah perubahan minat itu tidak dibarengi oleh ketersediaan angkutan umum. Ini tantangannya. Pemerintah harus bisa melihat ini,” ujarnya kepada Quarta.id, Sabtu (16/3/2024).

BACA JUGA: Pelindo Jasa Maritim Sediakan Kuota bagi Pemudik Gratis untuk Dua Rute di Sulawesi Selatan

Hasil survei Kemenhub menunjukkan, pada mudik kali ini minat masyarakat paling tinggi menggunakan kereta api, yakni 20.3% atau 39,32 juta orang. Moda yang paling diminati berikutnya adalah bus, yakni 19,4% atau 37,51 juta orang, dan ketiga baru mobil pribadi, yakni 18,3% atau 35,42 juta orang.

Khusus jalur tol, Djoko mengusulkan agar tidak diberlakukan one way atau jalan satu arah, baik pada saat puncak arus mudik maupun arus balik.

BACA JUGA: Tukar Uang Tunai Lebaran Bisa hingga Rp4 Juta, Ini Lokasi Kas Keliling untuk Penukaran

Kebijakan one way disebutnya tidak mendukung penggunaan angkutan umum. Soalnya, sering orang yang mudik susah untuk pulang ke Jabodetabek karena jalan menjadi satu arah, yakni ke arah kota-kota di Jawa saja.

“Kalau sistemnya hanya pakai contra flow, bus yang membawa pemudik itu masih bisa balik ke Jabodetebek,” ujarnya.

Khusus jalur mudik darat, pemerintah disarankan agar tidak hanya berfokus pada penaganan di jalur tol. Jalan arteri seperti Jalan Pantura dinilai saatnya kembali digunakan agar kendaraan tidak terkonsentrasi di tol.

BACA JUGA: Layani Penukaran Uang Jelang Lebaran, Bank Indonesia Siapkan Rp197 Triliun

“Kalau semua kendaraan menumpuk di tol, akan ada masalah, terutama pada rest area, tidak akan mungkin menampung itu. Makanya, perlu mewacanakan untuk kembali menggunakan jalur arteri,” paparnya.

Dia juga mengingatkan faktor cuaca yang mesti diantisipasi karena momentum mudik berlangsung di saat musim hujan.

BACA JUGA: Tiket Mulai Dijual, Ini Rute dan Jadwal Keberangkatan 24 Kereta Tambahan Lebaran 2024

Perhatian harus diberikan bukan hanya pada penyeberangan ASDP besar seperti Merak-Bakauheni, tapi juga penyeberangan kecil seperti dari Kalimantan Timur ke Sulawesi Selatan yang padat, atau penyeberangan kapal ferry ke Kepulauan Selayar.

“Harus benar-benar siap siaga mengantisipasi cuaca ekstrem ini, terutama pada jalur penyeberangan laut,” tandasnya.

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *