Yuk, Kenali Manfaat Berpuasa untuk Penderita Hipertensi!

Siti Lestari
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, Quarta.id- Begitu banyak kajian dan jurnal yang meneliti kegunaan berpuasa terhadap kesehatan manusia, termasuk manfaatnya bagi penderita hipertensi.

Laman ayosehat.kemkes.go.id, pada tulisan yang dipublikasi pada 27 Maret 2024 lalu menyebutkan beberapa efek positif berpuasa bagi penderita hipertensi.

BACA JUGA: Perempuan Lebih Berpeluang Alami Obesitas Ketimbang Laki-laki? Ini Analisa Para Ahli

Menjalankan ibadah puasa bagi penderita hipertensi, tetap harus mempertimbangkan kondisi dimana yang bersangkutan tidak sedang mengalami  komplikasi penyakit dan masalah kesehatan yang serius.

Website Kementerian Kesehatan RI itu menyebut, seseorang dikatakan memiliki tekanan darah normal jika berkisar di antara 90/60 mmHg dan 120/80 mmHg.

BACA JUGA: Hati-hati Bunda, Ini Penyebab Makin Banyak Anak Terkena Diabetes!

Namun, jika terjadi peningkatan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg, maka bisa dikatakan ia mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi. 

Tekanan darah sendiri merupakan kekuatan dari sirkulasi darah terhadap dinding arteri tubuh, yang merupakan pembuluh darah utama. Semakin resisten pembuluh darah dan semakin intens jantung bekerja, semakin tinggi tekanan darah.

Salah satu dampak positif puasa bagi kesehatan menurut ‘Journal of Hypertension’, adalah menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik.

BACA JUGA: Hari Gizi Nasional dan Ancaman Obesitas pada Anak Indonesia

Penurunan ini berdampak pada pengurangan beban kerja jantung dan risiko pengembangan hipertensi, yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung.

Selain itu, studi LORANS (London Ramadan Study), yang dilakukan oleh peneliti dari Imperial College London, menemukan tekanan darah sistolik dan diastolik setelah puasa Ramadan berkurang sebesar 95%. 

Puasa juga disebut dapat membantu mencegah penumpukan kolesterol dalam pembuluh darah, yang berpotensi memicu peningkatan tekanan darah.  

Dan yang pasti menjalankan ibadah puasa adalah cara yang efektif menurunkan tingkat obesitas.

BACA JUGA: Digemari Sophia Latjuba Hingga Nagita Slavina, Ini Sederet Manfaat Daun Kelor Untuk Kesehatan

Obesitas sendiri menjadi salah satu faktor risiko yang dapat membuat tekanan darah sulit terkendali. Selama berpuasa kita cenderung mengontrol pola makan dan asupan kalori dalam tubuh, sehingga mengurangi risiko obesitas. 

Selain menjaga pola makan, kita cenderung menahan emosi saat berpuasa, sehingga tubuh akan mengurangi produksi hormon yang terkait dengan rasa cemas dan emosi, yang dapat meningkatkan tekanan darah.

Berpuasa juga disebut sebagai proses dotoksifikasi. Dimana saat menahan haus dan lapar,sel-sel dalam tubuh melakukan proses pembuangan racun dan zat-zat yang diperlukan dalam tubuh, sehingga membuat aliran darah lebih lancar.

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *