Waspada jika Mengalaminya, Ini Gejala Depresi Menurut Dokter Kesehatan Jiwa

Siti Lestari
Ilustrasi. Gangguan depresi menjangkiti manusia segala usia. (Foto: freepik.com)
Ilustrasi. Gangguan depresi menjangkiti manusia segala usia. (Foto: freepik.com)

JAKARTA, Quarta.id– Depresi adalah gangguan suasana hati yang ditandai oleh rasa sedih yang mendalam atau hilangnya minat terhadap hal yang disenangi.

Depresi merupakan gangguan mental yang dialami oleh jutaan penduduk bumi, termasuk di Indonesia.

Gejala pada seseorang yang mengalami depresi berbeda-beda. Namun, menurut Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, dr Nining Gilang Sari, terdapat tiga gejala utama depresi.

BACA JUGA: Benarkah Profesi Dokter Muda Rawan Depresi? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa

Pertama, mood yang sedih atau suasana perasaan yang sedih dan depresif. Kedua, hilangnya minat. Ketiga adanya penurunan dari kondisi tubuh seperti mudah capek atau mudah lelah.

Selain dari tiga gejala utama, Nining mengungkapkan ada gejala tambahan yang kadang-kadang orang baru datang mengeluh saat merasakan gejala tersebut. 

BACA JUGA: Hari Lupus Sedunia 10 Mei, Peringatan untuk Berjuang Bersama Melawan Lupus

“Gejala tambahannya itu, seperti kurang konsentrasi, penurunan dan peningkatan napsu makan, perubahan pola tidur, dan yang agak berat adalah keinginan untuk menyakiti dan mengakhiri hidup,” ujarnya dikutip di laman idionline.org, Jumat (9/5/2024). 

Dokter spesialis yang bertugas di RSJ Tampan Provinsi Riau ini menambahkan terkait gejala-gejala tambahan tersebut setidaknya harus dialami minimal dua minggu untuk gejala utama dan gejala tambahan.

BACA JUGA: Stop Overthinking! Yuk, Kembali Jalani Hari dengan Ceria dan Produktif

Tapi, bisa juga lebih cepat apabila ada gejala yang menonjol, misalkan keinginan untuk bunuh diri. Alasannya sendiri bisa disebabkan karena hal-hal bersifat pribadi, misalnya karena orang tua meninggal dunia, putus dengan pasangan, atau penyebab-penyebab lain yang memicu kondisi depresi. 

Dengan segala bentuk depresi kerap terlihat sudah tidak memiliki harapan, dorongan, dan kebahagiaan. Namun, lanjut Nining, penderita depresi sejujurnya dapat diobati dan disembuhkan dengan adanya dorongan dan kemauan penderita untuk sembuh.

Salah satu yang dapat dilakukan adalah berkomunikasi dengan tenaga profesional atau mencari bantuan psikiater. 

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *