Arifuddin Kunu
JAKARTA, Quarta.id- Perkembangan teknologi terus membuka peluang baru bagi Indonesia untuk memperkuat daya saing dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar.
Merespons kondisi tersebut, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan menggelar pameran industri teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence ((AI) bertajuk Bali Tech Week 2026.
“Kegiatan ini akan mempertegas posisi Indonesia dalam ekosistem digital dunia,” kata Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital dalam jumpa pers di gedung Komdigi, Selasa (13/10/2026).
Muetya menyebut perkembangan teknologi yang semakin pesat dan gwjolak geopolitik yang melibatkan sejumlah negara, merupakan realitas yang tidak terhindarkan.
BACA JUGA: Kabar Baik! BRIN Kembangkan Teknologi AI Berbasis Bahasa Daerah
Oleh karena itu, Muetya menambahkan, kondisi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk mempercepat transformasi digital, termasuk dengan menarik investasi teknologi dari negara-negara yang mencari alternatif lokasi investasi.
“Perubahan tersebut mendorong sejumlah negara untuk mencari negara tujuan investasi,” ujarnya
Dalam kesempatan tersebut Muetya mengungkapkan bahwa situasi global saat ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkiat ekosistem teknologi dan meningkatkan daya saing global.
Menurutnya, disrupsi teknologi memberi ruang bagi negara-negara yang selama ini belum menjadi pemain utama dalam industri digital dunia guna mempercepat pengembangan teknologinya.
BACA JUGA: Kemkomdigi dan JICA Siapkan Talenta AI untuk Lindungi Anak dan Perangi Disinformasi
Polotikus Partai Golkar ini menegaskan Indonesia dapat memanfaatkan momentum dengan mengejar ketertinggalan dan memperkuat posisinya di tengah dominasi negara-negara adi daya seperti Amerika Serikat dan Tiongkok.
“Ibarat melewati jalan tol disrupsi ini akan memangkas jalur untuk maju ke depan, lalu menyelaraskan posisi kita saat ini,” Ia menjelaskan.
Mantan Ketua Komisi 1 DPR ini berharap penyelenggaraan Bali Tech Week ( BTW) 2026 mendapat dukungan berbagai kalangan terutama para produsen serta pelaku usaha di bidang teknologi digital.
BACA JUGA: Gangguan Keamanan Data Digital Disebut akan Gerus Tingkat Kepercayaan Publik pada Pemerintah
Sekadar gambaran sebagai pelaku ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, dengan GMV sekitar US$99 miliar pada 2025 dan diproyeksikan mencapai sekitar US$180 miliar pada 2030, Indonesia memiliki momentum untuk membawa ekosistem digitalnya ke tahap berikutnya.
Namun, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh investasi teknologi, sehingga diperlukan penguatan inovasi, investasi, kapabilitas teknologi, dan kolaborasi untuk menerjemahkan besarnya potensi pasar menjadi nilai ekonomi yang semakin besar di dalam negeri.
Dalam semangat tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) menginisiasi Bali Tech Week (BTW) 2026 ini yang mengusung tema “Archipelago Ascending — Advance Together, Innovate Further,” sebagai platform teknologi payung di Indonesia.
BACA JUGA: 70 Juta Anak Dilarang Akses Medsos: Momentum Pulihkan Kesehatan Mental Anak
Perhelatan ini akan berlangsung pada 19–23 Oktober 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali dan menargetkan 4.000 peserta, termasuk 1.000 delegasi internasional, dengan perwakilan lebih dari 30 negara.
BTW menghimpun 13 kegiatan utama yang meliputi BTW Con, Telkom Sovereign Tech Summit, HUB.ID Summit, IGDX 2026, KORIKA AIIS 2026, ITSEC AICX 2026, Tokocrypto Digital Summit, Digital Economy Policy Forum, Endeavor Global Forum, Bali Capital Circle, Foundry Collective Incubator Launch, Sira Village Excursion Trip, dan UDImpact. Rangkaian ini menyatukan komunitas startup, gim, kecerdasan artifisial (AI), keamanan siber, aset digital, infrastruktur, kebijakan, dan investasi dalam satu agenda bersama.
BTW 2026 juga menjadi momentum untuk mempertegas arah pengembangan industri teknologi Indonesia sekaligus memperkuat kepercayaan investor dan pelaku industri terhadap potensi pertumbuhan Indonesia ke depan.