Ahmad Riadi
MAKASSAR, Quarta.id- Kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) kini semakin dekat dengan kehidupan akademik. Teknologi ini tidak hanya menawarkan kemudahan dalam mengolah informasi, tetapi juga membuka peluang untuk mengubah cara dosen mengajar, mahasiswa belajar, dan tenaga kependidikan menyelesaikan pekerjaan administratif.
Menyadari potensi tersebut, Universitas Hasanuddin (Unhas) mulai memperkuat kapasitas sumber daya manusianya melalui pelatihan pemanfaatan AI generatif.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Gemini Academic yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, yang bekerja sama dengan Google Indonesia, Google for Education, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
BACA JUGA: Kabar Baik! BRIN Kembangkan Teknologi AI Berbasis Bahasa Daerah
Ketua Lembaga Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial Unhas, Prof. Dr. Eng. Ir. Muhammad Niswar, S.T., M.InfoTech., menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pengembangan sumber daya manusia Unhas dalam menghadapi transformasi digital.
Kehadiran teknologi AI, disebut perlu diimbangi dengan kemampuan pengguna dalam memahami dan mengoptimalkan berbagai fitur yang tersedia. Tanpa keterampilan yang memadai, potensi teknologi tersebut tidak akan sepenuhnya memberikan manfaat bagi peningkatan produktivitas dan kualitas pekerjaan.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap sivitas akademika Unhas semakin terampil memanfaatkan teknologi AI. Penguasaan berbagai fitur yang tersedia dapat membantu meningkatkan produktivitas, mempercepat penyelesaian pekerjaan, serta mendukung pengembangan proses pembelajaran dan layanan akademik,” jelas Prof. Niswar, dilansir Quarta.id dari unhas.ac.id.
BACA JUGA: Kemkomdigi dan JICA Siapkan Talenta AI untuk Lindungi Anak dan Perangi Disinformasi
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Google for Education, yakni Kristiyanto, S.H., MPP., dan M. Edward Ranggong. Keduanya memberikan pemaparan sekaligus pendampingan praktis mengenai penggunaan Gemini, termasuk pengenalan berbagai perangkat (tools) dan fitur yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan akademik maupun pekerjaan sehari-hari.
Melalui sesi praktik, peserta tidak hanya diperkenalkan pada cara kerja Gemini, tetapi juga diajak memahami bagaimana teknologi tersebut dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Bagi dosen, AI generatif dapat dimanfaatkan sebagai perangkat pendukung dalam menyiapkan bahan pembelajaran dan mengembangkan materi perkuliahan.
BACA JUGA: Event 25/7 Prelude: Bertemunya Literasi dan Musik Bersama Sore
Bagi mahasiswa, teknologi ini dapat membantu proses eksplorasi informasi dan pembelajaran. Sementara bagi tenaga kependidikan, pemanfaatannya dapat mendukung efektivitas pekerjaan administratif dan pelayanan.
Pelibatan tiga kelompok sivitas akademika tersebut menunjukkan bahwa penguatan literasi AI tidak semata-mata kebutuhan teknis, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
BACA JUGA: Indonesia Ingatkan Ancaman Penggunaan Teknologi AI untuk Pendanaan Terorisme
Namun, kemampuan menggunakan AI juga perlu disertai pemahaman mengenai batasan dan tanggung jawab penggunaannya. Ketepatan informasi, integritas akademik, serta kemampuan berpikir kritis tetap merupakan aspek penting agar teknologi AI berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti kapasitas intelektual manusia.
Pelatihan Gemini Academic tersebut diikuti oleh ratusan peserta, berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (30–31 Oktober 2026), bertempat di Aula Arsjad Rasyid, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar.