Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 Sambangi Lima Pulau di Sulawesi Selatan

Ahmad Riadi
Armada KRI Marlin 877 untuk kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Bank Indonesia (BI). (Foto: kepulauanselayarkab.go.id)
Armada KRI Marlin 877 untuk kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Bank Indonesia (BI). (Foto: kepulauanselayarkab.go.id)

MAKASSAR, Quarta.id- Lima pulau dengan kategori wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) akan mendapatkan kunjungan pada gelaran Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Bank Indonesia.

Kegiatan ini merupakan agenda Bank Indonesia, bekerja sama dengan TNI AL dan akan berlangsung dari 13-19 Oktober mendatang. Adapun kegiatan ini mengusung tema “Bentang Lautan, Satukan Rupiah, Teguhkan Kedaulatan Negeri”.

Menggunakan KRI Marlin 877 Tim ERB bertolak dari Makassar menuju Pulau Gondong Bali pada Rabu (14/10/2026) dan selanjutnya ke Pulau Badi, Pulau Liukang Loe, Pulau Bahuluang, dan Pulau Selayar, sebelum kembali ke Makassar.

BACA JUGA: Elektronifikasi di Kepulauan Selayar dan Potret Digitalisasi Keuangan pada Daerah 3T

Pelayaran yang berlangsung hingga 19 Oktober 2026 itu menempuh jarak sekitar 410 mil laut.

Acara Pelepasan tim ERB Sulawesi Selatan 2026 dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi; Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda; Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut VI, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz.

Hadir pula Kepala Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan, Fuad Zaen; serta jajaran pemerintah daerah, TNI AL, perbankan, dan pemangku kepentingan terkait.

BACA JUGA: Halal Indo 2026: Indonesia Derpotensi Jadi Pusat Rantai Pasok Halal Dunia

Dari siaran pers yang diterima Quarta.id, Kamis (15/10/2026) disebutkan, ERB merefleksikan semangat bersama untuk menjangkau masyarakat kepulauan melalui penyediaan uang Rupiah layak edar sekaligus memperkuat nasionalisme dan kecintaan terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, menyampaikan bahwa ketersediaan Rupiah di seluruh wilayah Indonesia merupakan bagian dari pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Melalui ERB, Bank Indonesia memperluas jangkauan layanan kas sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memperlakukan uang Rupiah dengan baik.

Komandan Lantamal VI (Danlantamal VI) menekankan bahwa kolaborasi strategis antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan langkah nyata menjaga kedaulatan negara sekaligus memperkuat perekonomian di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T). Bagi TNI AL, beredarnya Rupiah di pulau-pulau perbatasan bukan sekadar alat transaksi ekonomi, melainkan simbol identitas bangsa dan bentuk nyata keutuhan Wilayah NKRI.

Dalam ekspedisi yang berlangsung hingga 19 Oktober 2026 itu, Bank Indonesia (BI) menyiapkan uang tunai sebesar Rp25 miliar untuk layanan penukaran uang bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *