Al-Qadri Ramadhan
BULUKUMBA, Quarta.id- Kabupaten Bulukumba merupakan salah satu daerah di Sulawesi Selatan dengan sumber daya alam yang berlimpah, diantaranya adalah komoditas kelapa.
Letak geografis daerah dengan julukan Bumi Panrita Lopi ini, menjadikannya ideal untuk tumbuh kembang tanaman dengan nama latin Cocos nucifera L tersebut. Terhitung, 13 ribu hektare lebih, luasan tanaman kelapa di Kabupaten Bulukumba.
Secaara turun temurun, komoditas kelapa menjadi tumpuan masyarakat Kabupaten Bulukumba pada banyak tempat, termasuk di Kecamatan Herlang. Merujuk pada kondisi ini, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar melalui Tim Pengabdi Jurusan Kimia FMIPA menjadikan Kabupaten Bulukumba, tepatnya Desa Pataro sebagai objek dalam Program Kemitraan Masyarakat Tahun 2026.
Berlangsung di Desa Pataro, Kamis (9/7/2026) puluhan kader PKK dilatih cara membuat aneka produk berbahan dasar kelapa, yakni minyak jenis Virgin Coconut Oil (VCO) dan nata de coco.
VCO sendiri adalah minyak kelapa murni yang diperoleh dari kelapa segar tanpa melalui proses pemanasan tinggi atau menggunakan bahan kimia. Adapun nata de coco merupakan salah satu produk fermentasi air kelapa yang populer sebagai pelengkap minuman dan hidangan penutup.
“Pelatihan inovasi produk turunan dari buah kelapa ini bertujuan mendorong inovasi dan menumbuhkan spirit kewirausahaan masyarakat berbasis potensi lokal,” ujar Dr. Netti Herawati selaku ketua pengusul dari Tim Pengabdi Jurusan Kimia UNM.
BACA JUGA: Universitas Indonesia Perkuat Peran UMKM pada Wilayah Perbatasan RI-Malaysia
Netti Herawati berharap, pelatihan ini menjadi lokomotif dalam pengembangan ekonomi lokal secara berkelanjutan, terutama di Kabupaten Bulukumba.
Dr.Subakir Salnus. M.Si yang hadir membawakan materi, menyampaikan potensi pengembangan produk VCO secara massif.
“Proses pembuatan VCO relatif mudah dengan perlatan yang juga sederhana. Sangat berpeluang didorong dalam skala luas,” ucapnya.
Menurut Subakir, merujuk pada kualitas yang terkandung pada minyak VCO dan dengan strategi pemasaran yang tepat, keberadaanya berpeluang menjadi produk unggulan di masa depan.
BACA JUGA: Keren! Mahasiswa ITB Ciptakan Inovasi untuk Minimalkan Lakalantas Akibat Sopir Mengantuk
Sementara itu, anggota tim lainnya, Dr.Muh.Nur Alam memberikan pemaparan terkait pemanfaatan air kelapa yang sejauh ini dinilainya belum optimal.
“Nata de coco menjadi salah satu produk yang bisa dikembangkan dengan bahan dasar air kelapa yang sejauh ini belum termanfaatkan secara luasc ,” katanya di depan peserta.
Hanya saja, menurut Muh. Nur Alam, masyarakat perlu terus didorong terkait kemampuan produksi, trik pemasaran, hingga manajemen usaha.
BACA JUGA: Akadamisi UGM Ini Ungkap Sejumlah Problem pada Upaya Pemenuhan Gizi Masyarakat Indonesia
Ketua PKK Desa Pataro, Harlina menyebut program dari LP2M UNM ini, sejalan dengan concern PKK yang bertujuan mendorong kemandirian ekonomi dengan memanfaatkan potensi lokal.
“Dalam 10 Program Pokok PKK, salah satunya berorientasi pada upaya menumbuhkan ekonomi keluarga dengan memanfaatkan potensi lokal,” ucapnya.
Tim Pengabdi Jurusan Kimia UNM selaku pelaksana kegiatan ini, sebelumnya telah melakukan observasi dan pemetaan terkait potensi dan proyeksi pengembangan produk VCO dan nata de coco pada objek program dalam jangka panjang.