Minggu-Senin (14-15 April), Puncak Arus Balik Bandara Soekarno-Hatta, Menhub Minta Antisipasi Masalah Bagasi

Al-Qadri Ramadhan
Pesawat udara milik berbagai maskapai terparkir di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta. Puncak arus balik di Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan terjadi pada Minggu-Senin (14-15/4/2024). (Foto: PT Angkasa Pura 2)
Pesawat udara milik berbagai maskapai terparkir di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta. Puncak arus balik di Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan terjadi pada Minggu-Senin (14-15/4/2024). (Foto: PT Angkasa Pura 2)

JAKARTA, Quarta.id– Arus balik pemudik di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, diprediksi lebih padat dibanding saat arus mudik. Satu masalah yang harus diantisipasi pihak bandara dan maskapai adalah bagasi penumpang.

Mentreri Perhubungan Budi Karya Sumadi memperkirakan puncak arus balik di Soekarno-Hatta akan terjadi pada Minggu- Senin (15-16/4/2024). Jumlah penerbangan (take off dan landing). nanti bisa mencapai 1.250.

BACA JUGA: Pesawat Udara Angkutan Umum yang Paling Banyak Digunakan pada Mudik Lebaran 2024

Ini lebih tinggi dibanding puncak arus mudik pada H-4 atau Sabtu (6/4/2024) yakni 1.236 penerbangan.

Melihat angka tersebut, jelang puncak arus balik, Menhub meminta semua pihak agar kembali berkolaborasi mewujudkan mudik yang berkeselamatan.

“Saya hanya mengingatkan bahwa biasanya arus balik ini masalahnya di bagasi karena jumlah pergerakan yang akan datang hari Senin (15/4) itu pasti melebihi 1.236, saya menduga ini akan sampai 1.250. Jadi semua maskapai harus mempersiapkan diri,” kata Menhub di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (12/4/2024) dikutip di laman dephub.go.id.

BACA JUGA: Puncak Arus Balik Diprediksi Minggu-Senin (14-15 April), Pemudik Diimbau Pulang Lebih Awal

Diketahui, penerbangan saat arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta mencapai titik tertinggi pada H-4 dengan 187.750 penumpang. Sedangkan pasca lebaran titik tertinggi terjadi pada 11 April 2024 yakni terdapat 843 penerbangan dengan 121.325 penumpang.

“Di sini pergerakan sudah mencapai 1.236 mendekati tahun 2019 sebesar 1.280. Kejutannya adalah jumlah penumpangnya lebih besar. Kalau di Jakarta lebih besar 101% dibandingkan 2019 sedangkan di Bali 104%. Ini tidak mungkin terjadi jika kita tidak melakukan kolaborasi,” ujarnya.

BACA JUGA: Ini Tips dari Ahli Kesehatan IDI agar Perjalanan Mudik Nyaman, Aman, dan Selamat

Kemudian untuk memaksimalkan pergerakan pesawat, Menhub meminta kepada AirNav Indonesia untuk mengoptimalkan runway ketiga Bandara Soekarno-Hatta runway, dimana runway kedua dan ketiga harus dapat landing bersama-sama.

“Apabila semua instrumen dilaksanakan pergerakan pesawat bisa 110 per jam. Sekarang baru 87 dan menuju ke arah situ. Tapi dengan 87 pergerakan per jam pun sudah bisa mengakomodasi 1.236 sehari, itu luar biasa,” lanjutnya.

BACA JUGA: 1,5 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek Selama Arus Mudik, Tertinggi Arah Trans Jawa dan Bandung

Untuk menghindari kepadatan pada arus balik, Menhub menganjurkan pemudik untuk kembali lebih awal. Disamping itu Menhub dan jajaran juga telah mempersiapkan beberapa skenario untuk mengantisipasi apabila kepadatan tetap terjadi.

“Kalau arus balik itu berbeda dengan mudik yaitu sentripetal atau menuju ke satu titik yakni Jakarta, bukan menyebar seperti mudik.

Pemerintah telah menyiapkan skenario untuk mengantisipasinya. Satu lagi untuk arus balik saya minta Kepolisian lakukan penegakan hukum seperti merazia travel gelap,” tutur Menhub.

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *