Saat Berdiskusi dengan Anak, Orang Tua Jangan Berhenti pada Kata “Tidak Boleh”

Siti Lestari
Ilustrasi. Orang Tua harus  menjadi teman berdiskusi yang baik bagi anak remaja..(Foto: X/kpp_pa)
Ilustrasi. Orang Tua harus menjadi teman berdiskusi yang baik bagi anak remaja..(Foto: X/kpp_pa)

JAKARTA, Quarta.id-.  Kondisi remaja di Indonesia dihadapkan dengan berbagai masalah, mulai dari masalah keluarga, seks bebas, penggunaan narkotika dan  sebagainya.

Di saat yang sama remaja mudah untuk terpengaruh pada hal yang sifatnya negatif seperti itu karena memiliki kepribadian yang masih labil. Remaja cenderung punya sifat peragu, mudah gamang, dan gampang goyah pada godaan tak terduga.

Agar anak tidak terjebak dengan pergaulan yang salah, perlu menanamkan karakter sejak dini.

BACA JUGA: Edukasi Seks Jangan Dianggap Tabu, Ini Manfaat Pentingnya buat Remaja

Pembentukan karakter anak tidak dapat dilakukan mendadak tetapi dimulai dari ketika mereka bertumbuh di rumah.

Psikolog Vebry Elizabet Wattimena mengatakan, zaman dulu, anak bisa dibuat jera dengan tatapan mata dan pukulan rotan. Namun sekarang ini pendidikan yang diberikan kepada anak tidak bisa lagi demikian. Hal itu disampaikan Vebry saat jadi pembicara pada acara BKKBN di Provinsi Maluku.  

“Kita harus benar-benar memberikan pemahaman, ketegasan dan tentunya memberikan batasan-batasan serta gambaran konsekuensi yang diterima atas setiap perbuatan,”ujar Vebry dilansir laman bkkbn.go.id, Selasa (7/5/2024).

BACA JUGA: 3 dari 10 Remaja Indonesia Alami Anemia, Kenali Bahaya dan Pencegahannya!

Orangtua yang dekat dengan anak akan lebih mudah untuk berbincang dan memberikan stimulasi kepada anak.

Ketika anak sudah diberikan bekal agama, komunikasi yang baik dan kegiatan positif, tentu saat bergaul dengan lingkungan anak menjadi lebih kuat dan tidak mudah diintervensi orang lain.

Mengingat perilaku remaja sekarang yang cenderung kepo dan baperan,  Vebry mengingatkan bahwa tugas orang tua dan lingkungan sekolah harus dimaksimalkan.

BACA JUGA: Garap Film Biopik Ki Hadjar Dewantara, Ini Alasan Maudy Ayunda Jadi Produser

Jika tidak diarahkan dan mendapat pemahaman dengan baik, remaja cenderung mencari tahu tak peduli hal yang positif atau negatif terhadap dirinya.

Dalam diskusi, orangtua tidak boleh berhenti dikata “tidak boleh”. Tapi harus disampaikan pula alasan kenapa tidak boleh beserta penjelasan yang mendukung.  

“Mendengar tanpa mencela, dan menasihati tanpa menggurui mungkin tips yang bisa dicoba oleh orangtua dalam berkomunikasi dengan anak agar anak dapat diajak berdiskusi dengan baik. Sehingga kita bisa membentuk anak remaja yang cerdas dan cinta masa depannya,” tandasnya.

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *