Dampak Erupsi Gunung Ruang, 828 Jiwa Mengungsi ke Tempat Ibadah dan Gedung Kantor Pemerintah

Al-Qadri Ramadhan
Pemandangan Gunung Ruang yang mengalami erupsi pada Rabu (17/3/2024) dini hari. (Foto: BPBD Kabupaten Sitaro)
Pemandangan Gunung Ruang yang mengalami erupsi pada Rabu (17/3/2024) dini hari. (Foto: BPBD Kabupaten Sitaro)

JAKARTA, Quarta.id- Status Gunung Ruang di Sulawesi Utara naik ke Level IV atau Awas sejak Rabu (17/4/2024) malam pukul 21.00 Wita.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah meminta agar masyarakat yang bermukim pada wilayah Pulau Tagulandang yang masuk dalam radius 6 km dievakuasi.

BACA JUGA: Erupsi Gunung Ruang di Sulawesi Utara, Warga Tepi Pantai Diminta Waspadai Potensi Tsunami

Sebelum status Gunung Ruang naik level menjadi Awas, sebanyak 828 jiwa penduduk Kecamatan Tagulandang telah lebih dulu mengungsi pada Rabu (17/4/2024). Mereka terdiri dari 272 Kepala Keluarga yang tempat tinggalnya masuk wilayah berbahaya akibat dampak erupsi.

Dikutip dari laman bnpb.go.id, lokasi pengungsian berada di Gereja GMIST Nazareth Bahoi, Balai Latihan Kerja Bahoi, GOR Tagulandang, Balai Pertemuan Umum (BPU) di Kecamatan Tagulandang.

BACA JUGA: Gunung Ruang di Sulut Erupsi dan Berstatus Awas, PVMBG Perintahkan Evakuasi Warga di Radius 6 Km

Alternatif terkait perluasan dampak erupsi maka akan difungsikan rumah-rumah ibadah di wilayah Tagulandang Selatan dan Tagulandang Utara.

Bagian dari penanganan erupsi Gunung Ruang, Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) menetapkan Status Tanggap Darurat selama 14 hari terhitung mulai 16 – 29 April 2024.

BPBD Kabupaten Sitaro dan BPBD Provinsi Sulawesi Utara telah memberikan bantuan berupa 123 lembar tikar, 120 pcs selimut dan 400 lembar masker. BPBD melakukan kaji cepat, evakuasi dan penyiapan sarana evakuasi di Kecamatan Tagulandang. 

BACA JUGA: Info untuk Travelers, Gunung Bromo Tutup Empat Hari Selama April 2024, Cek Tanggalnya!

Masyarakat yang ada di Desa Patologi dan Desa Pumpente di evakuasi ke Kecamatan Tagulandang dengan menggunakan 2 unit kapal Ferry (KMP Lokong Banua dan KMP Lohoraung ditambah dengan perahu penyeberangan milik warga.

Sejak Rabu (17/4/2024) Basarnas Manado sudah tiba di Tagulandang menggunakan KM Bimasena dengan kekuatan personil 20 (ABK 15, Rescuer 5).

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *