Mengenang Mendiang Hamzah Haz, Mantan Guru dan Wartawan yang Terpilih Menjadi Wakil Presiden

Al-Qadri Ramadhan
Wakil Presiden ke-9 RI Hamzah Haz.  (Foto: Istimewa)
Wakil Presiden ke-9 RI Hamzah Haz. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, Quarta.id– Wakil Presiden (Wapres) RI ke-9 Hamzah Haz meninggal dunia di kediamannya di wilayah Matraman, Jakarta Timur pada Rabu (24/7/2024) pukul 09.45 WIB.

Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini dikenal sebagai sosok yang bersahaja. Puncak kariernya sebagai politisi terjadi ketika ia dilantik menjadi wakil presiden RI oleh MPR mendampingi Presiden Megawati Soekarnoputri pada 26 Juli 2001, atau hampir 23 tahun silam.

BACA JUGA: Setelah 50 Tahun Warnai Parlemen, Ini untuk Pertama Kalinya PPP Gagal Lolos ke Senayan

Hamzah Haz bisa disebut  sosok dengan latar belakang lengkap.  Meskipun memiliki karier panjang sebagai politisi, sejatinya dia memiliki latar belakang pendidikan bidang ekonomi.

Berikut ini profil singkat dan perjalanan karier Hamzah Haz yang dirangkum Quarta.id dari berbagai sumber.

Lahir pada 15 Februari 1940 di Ketrapang, Kalimantan Barat, Hamzah Haz menamatkan pendidikan SMEA (sekarang SMK) di Pontianak. Di masa mudanya dia pernah menjadi wartawan surat kabar yang terbit di Pontianak, Bebas.

BACA JUGA: Resmi, PDIP Pemenang Pileg 2024, PPP dan PSI Gagal Lolos ke Senayan

Tertantang merantau, Hamzah muda kemudian berangkat ke Pulau Jawa untuk melanjutkan pendiudikan. Dia memilih masuk ke Akademi Koperasi Yogyakarta. Pada 1965, Hamzah kembali ke Pontianak dan memulai kuliah di Universitas Tanjungpura mengambil jurusan ekonomi perusahaan.

Hamzah merintis karier politik dengan menjadi kader Partai Kakbah di usia 30 tahun.  Dia kemudian terpilih menjadi anggota DPR/MPR pada 1971-1977. Terakhir menjabat anggota DPR pada periode 1997-1999.

Hamzah Haz juga terpilih menjadi Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal  di masa pemerintahan Presiden BJ Habibie pada 1998. Lalu pada era Presiden Abddurahman Wahid (Gus Dur) Hamzah dipercaya menjabat Menko Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan.

BACA JUGA: PPP Klaim 200.000 Suara Hilang dan Pindah ke Partai Lain, Terjadi di 18 Provinsi

Jabatan sebagai ketua umum PPP mulai diemban pada 1998 menggantikan Ismail Hassan Metareum. Posisi ketua umum PPP ia duduki sampai 2007 sebelum digantikan Suryadharma Ali.

Jabatan ketua umum PPP juga yang mengantar Hamzah Haz menjadi wakil presiden. Saat itu, Juli 2021, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri baru saja terpilih menjadi presiden menggantikan Abdurrahman Wahid yang berhenti di tengah jalan.

PDIP berkoalisi dengan PPP saat itu.  Mega akhirnya memilih Hamzah Haz sebagai calon wakil presiden. Melalui pemungutan suara di MPR, Hamzah Haz akhirnya mendapatkan suara mayoritas sehingga akhirnya dilantik menjadi wakil presiden yang ia jabat hingga Oktober 2024.

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *