Hasto Klaim Kecurangan Pemilu Masif, Usulkan TPN Ganjar-Mahfud Bentuk Tim Khusus

Al-Qadri Ramadhan
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto (Foto: pdiperjuangan-jatim.com)
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto (Foto: pdiperjuangan-jatim.com)

JAKARTA, Quarta.id– Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto  menyebut Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 diwarnai banyak kecurangan. 

Dia menyebut kecurangan yang bertujuan untuk memenangkan pasangan calon tertentu itu terjadi dari hulu ke hilir.

Karena itu seluruh struktur DPP PDIP bersama relawan dan saksi, bekerja sama dengan partai anggota koalisi yakni PPP, Perindo dan Hanura disebut terus mengumpulkan fakta-fakta kecurangan yang terjadi di lapangan.

BACA JUGA: Hasil Quick Count: Prabowo-Gibran Unggul hingga 57%, Pilpres Hanya Satu Putaran

DPP PDIP juga akan mengusulkan ke Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Mahfud agar menyelidiki seluruh proses pemilu.

“Untuk itu kami akan usulkan ke TPN Ganjar-Mahfud agar membentuk suatu tim khusus, tidak hanya tim hukum, tapi kelompok-kelompok  ahli hukum, para pakar, berkaitan dengan demografi, investigasi forensik, untuk melihat seluruh proses yang ada,” ujarnya melalui pernyataan yang disiarkan langsung lewat YouTube, Rabu (14/2/2024).

BACA JUGA: Gelar Pidato Kemenangan, Prabowo: Kami Akan Rangkul Semua Unsur dan Kekuatan

Hasto juga menyebut awan gelap demokrasi tetap terjadi dan mengganggu seluruh legitimasi dari proses demokrasi di Indonesia.

“Bahkan dari pengamat dikatakan demokrasi Indonesia mengalami titik nadir dan terburuk di dalam pemilu pascareformasi karena begitu banyak kecurangan masif yang terjadi dari hulu ke hilir,” paparnya.

BACA JUGA:Dua Hari Jelang Pencoblosan Jokowi Naikkan Tunjangan Kinerja Pegawai Bawaslu, Tertinggi Rp29 Juta

Dia juga membandingkan hasil pemilu di luar negeri yang berdasarkan exit poll hampir seluruhnya menunjukkan Ganjar-Mahfud.

 Itu diklaim terjadi karena di luar negeri tidak terjadi kecurangan sebagaimana di dalam negeri.

Exit poll luar negeri mencerminkan tidak adanya operasi bansos, tidak adanya operasi intimadasi, tidak ada operasi yang libatkan institusi negara sehingga warna negara bisa sampaikan pilihannya secara jernih,”  tandasnya.

BACA JUGA: IPB Ikut Kritik Jokowi: Pemimpin Nasional Harus Junjung Etika dan Moral

Merespons hasil quick count yang memenangkan Prabowo-Gibran, Hasto mengatakan, pihaknya harus mengikuti seluruh tahapan perhitungan sesuai dengan ketentuan UU, yakni hasil didasarkan proses rekapitulasi berjenjang dari TPS ke atas.

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *