Arifuddin Kunu
Jakarta, Quarta.id – Seni merupakan bagian terpenting dari sebuah kebudayaan, salah satunya melalui musik. Banyak negara secara intens mengadakan pendidikan seni musik di ruang terbuka. Melalui pagelaran musik di ruang terbuka, musik klasik diharapkan hadir tidak hanya untuk dinikmati oleh kalangan masyarkat tertentu, namun untuk seluruh lapisan masyarakat.
Untuk mendekatkan masyarakat dengan musik klasik, Aula Simfoni Jakarta (ASJ) akan menyelenggarakan konser musik klasik di Silang Monas Jakarta, Sabtu 18 Juli 2026. Pagelaran bertajuk “Konser Akbar Monas 2026” ini akan menghadirkan 200 musisi dan penyanyi dari Jakarta Simfonia Orchestra (JSO) dan Jakarta Oratorio Society (JOS).
BACA JUGA: Ini Rekomendasi Event Pariwisata Keren di 2026, Dari Festival Musik hingga Pertunjukan Budaya
“Repertoar tahun ini akan memadukan karya-karya agung musik klasik dunia dengan lagu-lau kebangsaan Indonesia dalam sebuah pertunjukan berskala internasional,“ kata Wijaya Subekti, Ketua Panitia Konser Akbar Monas 2026 di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Wijaya menuturkan, dalam beberapa tahun terakhir ini apresiasi terhadap musik klasik menunjukkan pertumbuhan yang semakin nyata dan semakin banyak yang datang, mendengar dan kembali. Perkembangan ini, ujar Wijaya, menegaskan kehadiran Indonesia dalam masyarakat dunia, di mana Jakarta sebagai Ibu Kota semakin menunjukkan posisinya sebagai kota bertaraf internasional.
“Dalam konteks inilah, ASJ kembali menghadirkan Konser Akbar Monas 2026 yang bukan sekadar pengulangan di tahun-tahun sebelumnya, melainkan langkah ke depan untuk terus bertumbuh,” ujar Wijaya.
Eunice Tong, Konduktor Aula Simfonia Jakarta menyebutkan, pementasan oleh Jakarta Simfonia Orchestra (JSO) dan Jakarta Oratorio Society (JOS) dalam Konser Akbar Monas ini mampu menghadirkan pagelaran musik berkualitas bagi rakyat Indonesia dan mempersatukan seluruh anak bangsa.
“Jadikan kota Jakarta sebagai kebanggaan Indonesia dan sebagai bagian dari kota-kota metropolitan bertaraf internasional,” kata Eunice.
BACA JUGA: Empat Dekade Jazz Goes to Campus Bumikan Musik Jazz
Selain sebagai sarana pendidikan seni, Ia menambahkan, musik juga merupakan bahasa univesal yang tidak membedakan suku, ras, agama dan latar belakang lainnya.
Semangat inilah, Eunice melanjutkan, yang diusung oleh Konser Akbar Monas 2026, yang para pemainnya berasal dari berbagai kalangan sosial, suku dan agama, namun bisa bersatu dalam harmoni.
“Melalui konser ini, semangat Bhineka Tunggal Ika terefleksikan secara nyata. Meskipun bangsa kita beragam, namun tetap dan akan selalu satu,” Ia menegaskan.
BACA JUGA: Sah! Reog Ponorogo Resmi Masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO
Terkait teknis pelaksanaan konser, Timotius sebagai penanggung jawab menuturkan bahwa kesiapan penyelenggara sudah sampai tahap akhir dan tinggal menunggu hari pelaksanaan.
“Koordinasi dengan pihak-pihak terkait sudah fix, termasuk dengan aparat keamanan untuk suskesnya konser ini,” ujar Timotius.
Konser Akbar Monas 2026 dirancang sebagai pagelaran musik klasik dengan konsep terbuka dan gratis untuk seluruh warga Jakarta dan sekitarnya. Ini berbeda dengan tiga kali gelaran konser sebelumnya (2019, 2022 dan 2023) yang selalu diadakan di dalam ruangan.