Usai 4 Tersangka Ditangkap, Polisi Didesak Bongkar Aktor Intelektual Penyerang Andrie Yunus

Al-Qadri Ramadhan
Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. (Foto: Amnesty Internasional)
Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. (Foto: Amnesty Internasional)

JAKARTA, Quarta.id— Kepolisian didesak mengusut tuntas dan membongkar siapa aktor utama di balik penyerangan terhadap aktivis hak asasi manusia (HAM) Andrie Yunus.

Desakan disampaikan oleh aktivias lembaga dan individu yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil. Bagi Koalisi Masyarakat Sipil pengungkapan kasus penyerangan Andrie tidak boleh berhenti hanya pada empat orang pelaku yang kini sudah jadi tersangka dan ditahan.

BACA JUGA: Kiprah HAM Andrie Yunus: Investigasi Kerusuhan Agustus 2025 dan Tolak RUU TNI

Keempat pelaku penyiraman air keras ke wajah aktivis KontraS, Andrie Yunus, merupakan anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

“Kami mendesak Kepolisian Republik Indonesia untuk tidak ragu-ragu dan segera menangkap pelaku dan aktor intelektual penyerangan ini secara transparan dan akuntabel. Jangan sia-siakan dukungan masyarakat dan komunitas internasional,” demikian bunyi pernyataan Koalisi Masyarakat Sipil dikutip dari laman amnesty.id, Kamis (19/3).

BACA JUGA: Aktivis HAM Disiram Air Keras, Negara Diminta Tangkap dan Adili Pelaku

Ditegaskan pula, serangan terhadap Andrie tersebut sama dengan kejahatan membungkam suara kritis dan menakut-nakuti pejuang HAM di seluruh Indonesia.

“Suara kritis adalah suara hati rakyat. Kami tidak akan membiarkan suara kritis dibungkam oleh ketakutan,” lanjut pernyataan tersebut.

Koalisi Masyarakat Sipil menegaskan bahwa intimidasi dan teror tidak akan menhentikan upaya-upaya masyarakt sipil dalam membongkar kebenaran. Andrie Yunus disebut akan kembali berdiri dengan kekuatan maupun keberanian yang lebih besar dan berlipat ganda.

BACA JUGA: Arab Saudi Resmi Tuan Rumah Piala Dunia 2034, Aktivis HAM Kecam Keputusan FIFA

“Perlawanan kami tak bisa dipadamkan dan dibuat kandas. Kami akan terus berjuang untuk kebenaran, keadilan, dan kebebasan,” demikian pernyataan tersebut.

Sebelumnya, dalam konferensi pers di Mabes TNI, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2026), Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto, mengonfirmasi bahwa empat pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus adalah anggota BAIS TNI.

Keempat tersangka telah ditahan di Puspom TNI. Para pelaku adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES. Keempat tersangka terdiri atas matra TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Image 2024-01-11 at 07.35.08